Anjungan Grenzbank

0
1203

Anjungan ini berdiri diatas lapisan tanah yang terbentuk 900.000 tahun lalu

Grenzbank merupakan lapisan sebelum Kabuh. Nama ini berasal dari Bahasa Jerman yang berarti “Zona Batas”.

Nama ini dilontarkan oleh G.H.R. Koenigswald, 1940. Geolog bangsa Jerman ini bermaksud menandai lapisan transisi yang ditemukannya, antara Kabuh dan fase sebelumnya; yakni lapisan tanah yang mewakili “periode antara” akiba perubahan lingkungan.

Sangiran, 900 – 730 ribu tahun lalu. Sejauh mata memandang hanya rawa dan hutan bakau yang terlihat. Sesekali buaya menyeruak membelah air tenang. Ketika suhu bumi memanas, muka air laut naik menyebabkan rawa-rawa Sangiran menjadi laut dangkal, menyisakan beting-beting daratan agak tinggi.

Padang rumput diselingi hijauan pepohonan pinus, di samping aliran sungai tenang membelah daratan ini.

Gerombolan kuda sungai (Hippopotamidae) berendam dan menyelam merayakan kelimpahan air. Penyu purba (Chelonidae) pun senang hidup dilingkungan seperti ini.

Manusia purba Homo erectus biasanya beraktivitas di sepanjang sungai. Mereka mengumpulkan tanaman pangan dan membuat alat batu dari bahan yang tersedia, seraya tetap waspada terhadap macan purba, Panthera tigris oxygnatha yang gemar memangsa hewan-hewan lain. Kadangkala manusia juga belajar dari alam untuk berburu dan menangkap hewan lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pada akhir kala Plestosen Tengah, proses pengangkatan daratan dan material erupsi gunung api purba yang mengisi dan menimbun laut dangkal bersama-sama mengubah Sangiran menjadi pantai dan daratan.

Terletak tepat di bawah Lapisan Kabuh, Grenzbank tebalnya sekitar 60-120 cm. Lapisan ini merekam jejak peristiwa alam sekitar 900 – 730 ribu tahun lalu. Saat itu Sangiran masih berupa laut dangkal dengan laguna tempat hidup berbagai jenis kerang laut dan foraminifera.

Sementara itu, Pegunungan Kendeng yang terlebih dahulu terbentuk di sebelah utara Sangiran terkikis sungai yang membawa materi gamping untuk diendapkan di laut dangkal Sangiran.

Endapan gamping yang bercampur dan merekatkan batuan-batuan tain itu membentuk lapisan khas, itulah yang disebut Grenzbank. Sumber: Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Dayu