Ketukan Palu Muchlis PaEni Mengesahkan Tyarka, Cakalele Banda, Poya, dan Cuci Parigi Banda Sebagai Warisan Budaya Takbenda Milik Indonesia.

0
965

IMG20140918122957

Jakarta, Hotel Milenium (17/11)  Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang di laksanakan Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Kementerian pendidikan dan Kebudayaan yang berlangsung pada tanggal 17-20 di Hotel Milenium Jakarta jl. Fachrudin Sirih Jakarta. Anggota Tim Ahli sidang penetapan warisan budaya Takbenda Indonesia terdiri dari Dr Mukhlis PaEni sebagai ketua tim ahli Dr, Jopie.Septiady antropolog ahli Arsitektur, Dr Abdul Latif Bustami,antropolog ahli ritus dan upacara, ir Haryono Guritno, ahli senjata tradisional, Prof Dr. L Tyson Guru Besar Antropologi Airlangga, ahli ritus tradisional, Prof Dr, Ayu Sutarto, antropologi ahli permainan tradisional, Gunawan Tjahjono ahli Arsitektur, Dr. Mu`jizah, ahli permainan tradisional, Datu Anggraeni SE.MA ahli pakaian tradisional, Drs Sulistyo Tirtokusumo ahli seni pertunjukan tradisional, Wa Ode Siti Marwijaya ahli seni pertunjukan tradisional. Prof Pudetia MPPSS guru besar tradisi lisan UI ahli tradisi lisan, Dr saiful Umam ahli kearifan lokal, Prof Rahayu Supanggah ahli pertunjukan tradisional, Kasmoro Damais, ahli kain tradisional. Sejumlah ahli dengan bidangnya merupakan bagian penting dari fungsi secara profesional dan substansi menetapkan sebuah warisan budaya Takbenda untuk didaftarkan sebagai warisan budaya Takbenda Indonesia. Dalam proses penetapan yang dilakukan pada tanggal 18 September pukul 7.00 wit waktu Indonesia Barat, melalui perdebatan yang panjang oleh Tim ahli akhirnya ketua tim ahli Dr Mukhlis PaEni mengetuk palu pertanda Tyarka, Cuci Parigi Banda, Cakalele Banda, Poya menjadi warisan budaya Takbenda Indonesia. Serentak suara tepukan tangan peserta dan hadrin. dengan demikian di Maluku telah diakui beberapa warisan budaya Takbenda Indonesia yakni, Tari Maku-Maku, Tari Seka, kain tradisional Tanimbar, pada tahun 2013, dan tahun 2014, telah ditetapkan Tyarka, Cuci Parigi Banda, Cakalele Banda, dan poya sebagai warisan budaya Takbenda Indonesia.