Kepala BPK Wilayah XX Menghadiri Pertunjukan Teater Paruru Pala dan Wanu Sinema: Memperkuat Keterlibatan Publik Dalam Ekosistem Pemajuan Kebudayaan

0
355

Kepala BPK Wilayah XX turut menghadiri dan memberikan sambutan sekaligus membuka Pertunjukan Teater Paruru Palala yang digagas oleh Sutradara Sugiyanti Ariani, Penerima Hibah PKKI Dana Indonesiana dari Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Tahun 2022 di Bangunan Cagar Budaya Bekas Rumah Wakil Gubernur VOC, Kompleks Istana Mini, Banda Naira. Sabtu, (18/3).

Pertunjukkan ini merupakan gabungan antara seni teater, seni instalasi, seni tari, dan pameran multimedia bekerjasama dengan Yayasan Pusaka Banda Lestari. Paruru Pala merupakan kearifan lokal masyarakat Pulau Banda dalam memetik sisa pala yang masih tertinggal di Pohon Pala setelah panen besar yang telah dilakukan sebelumya.

Bersamaan dengan itu, Kepala BPK Wilayah XX bersama Tim juga telah memenuhi undangan mewakili Dirjen Kebudayaan mengikuti Pembukaan Wanu Sinema dengan tema Merekam Budaya Ita Wotu Nusa di Seram Bagian Timur, Senin, (12/3), beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini di buka oleh Gubernur Provinsi Maluku yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si. Kegiatan Wanu Sinema adalah ajakan untuk Membangun Negeri, melalui gerekan pendokumentasian budaya lokal dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang film serta audio visual yang didukung oleh Dana Indonesiana dari Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Tahun 2022, kategori Pendayaan Ruang Publik yaitu kegiatan pendukungan kepada perseorangan dalam rangka upaya pemanfaatan sarana dan prasarana publik, baik secara fisik maupun virtual untuk kepentingan pemajuan kebudayaan.

Dalam sambutannya, diharapkan dana Indonesiana ini dapat memperluas akses masyarakat pada sumber pendanaan untuk memperkuat keterlibatan publik dalam ekosistem pemajuan kebudayaan, menciptakan ruang inklusif, mendorong inisiatif masyarakat, mendokumentasikan pengetahuan/maestro, mendorong masyarakat untuk menciptakan karya kreatif, inovatif, mendayagunakan ruang publik dan menguatkan diplomasi budaya.