Banda Aceh-Rabu, 07 Januari 2019, Kepala BPNB Aceh, Irini Dewi Wanti, hadir memenuhi undangan Kenduri Maulod yang diadakan oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Merduati Kota Banda Aceh. MIN Merduati merupakan tetangga yang bersebelahan dengan kantor BPNB Aceh di Jl. Twk. Hasyim Banta Muda, Kota Banda Aceh.

Kegiatan Kenduri Maulod ini juga dihadiri oleh Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman. Beliau hadir di tengah-tengah para peserta dan tamu undangan seusai melakukan kunjungan kerja di tempat lain. Kehadiran beliau tepat setelah rangkaian kegiatan dimulai.

Dalam Kenduri Maulod ini bermacam kegiatan diadakan, mulai dari baca puisi dengan menggunakan Bahasa Arab, marawis, bahkan sampai mempersembahkan tarian tradisional Aceh pun disuguhkan. Tentu tidak lupa dan yang paling penting adalah ceramah yang dibawakan oleh Ustadz Husni. Beliau menyampaikan kepada hadirin yang mayoritasnya adalah anak-anak peserta didik MIN Merduati, bahwa mereka harus menjadi anak-anak yang soleh yang bisa meneladani Rasulullah, karena anak soleh itu teladannya adalah Rasulullah. Beliau juga menyampaikan ciri-ciri anak soleh tersebut.

Sekilas tentang Kenduri Maulod, Kenduri Maulod atau Kenduri Maulid pada masyarakat Aceh adalah peringatan hari kelahiran Pang Ulee (penghulu alam) Nabi Muhammad SAW, utusan Allah SWT yang terakhir dan pembawa serta penyebar ajaran Islam. Karena itu kenduri ini sering juga disebut dengan Kanduri Pang Ulee.

Kenduri Maulod merupakan sebuah tradisi yang didasarkan pada pemahaman bahwa Nabi Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari alam kebodohan kepada alam yang tercerahkan. Masyarakat Aceh yang mayoritasnya adalah penganut agama Islam, melaksanakan Kenduri Maulod pada setiap bulan Rabiul Awal, Rabiul Akhir dan Jumadil Awal.

Kenduri Maulod yang dilaksanakan pada bulan Rabiul Awal disebut Maulod Awai (Maulid Awal) yang dimulai dari tanggal 12 Rabiul Awal sampai akhir bulan. Sedangkan Kenduri Maulod yang dilaksanakan pada bulan Rabiul Akhir disebut Maulod Teungoh (Maulid Tengah) yang dimulai dari tanggal 1 bulan Rabiul Akhir sampai akhir bulan. Dan selanjutnya, Kenduri Maulod pada bulan Jumadil Awal yang disebut dengan Maulod Akhee (Maulid Akhir) yang dilaksanakan sepanjang bulan Jumadil Awal.

Pelaksanaan Kenduri Maulod berdasarkan rentang tiga bulan di atas mempunyai tujuan agar masyarakat Aceh dapat melaksanakan kenduri secara keseluruhan dan merata. Sehingga apabila pada bulan Rabiul Awal belum mampu melaksanakan kenduri, pada bulan Rabiul Akhir belum juga mampu, maka masih ada kesempatan pada bulan Jumadil Awal. Walau sudah mulai berkurang, pada umumnya sebagian masyarakat Aceh masih mengadakan Kenduri Maulod, hanya waktu pelaksanaannya saja yang berbeda-beda, tergantung pada kemampuan menyelenggarakan dari masyarakat.

Satu hal lagi yang membuat Kenduri Maulod ini selalu terasa spesial bagi masyarakat Aceh adalah acara makan bersama dengan sajian makanan khas Aceh, yang pada tahun 2018 telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, adalah Kuah Beulangong. Kari khas Aceh yang merupakan hidangan wajib pada setiap Kenduri Maulod. Sahabat Budaya bisa melihat link berikut untuk mengetahui apa itu Kuah Beulangong.

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbaceh/kuah-beulangong-kari-tanpa-santan-khas-aceh-yang-gurih/

Miftah Nasution