Potret Raden Syarif Bustaman Saleh, c. 1840, oleh Friedrich Carl Albert Schreuel (Rijksmuseum)

Siapa yang tidak kenal Raden Saleh, seorang pelukis bumiputera yang saat ini telah dianggap sebagai peletak dasar seni rupa modern Indonesia melalui karya-karya lukisannya. Selain melukis berbagai rupa pemandangan dan lanskap Jawa, rupanya Raden Saleh juga pernah menjadikan Candi Mendut menjadi obyek karyanya.

Pengetahuan dan keterampilan melukis pemandangan ini didapatkan dari paling tidak dua pelukis terkenal di zamannya. Karena bakatnya dalam mengambar benda-benda disekitarnya, Raden Saleh – yang merupakan kemenakan dari Bupati Terboyo – mendapatkan beasiswa pada tahun 1817-1829 untuk belajar melukis langsung dari A.A.J Payen yang saat itu ditugaskan oleh Raja Belanda untuk melukis dan merekam berbagai obyek dan lanskap yang ada di Pulau Jawa. Karena perkembangannya yang cukup pesat, Raden Saleh akhirnya dikirim oleh pemerintah Hindia Belanda untuk belajar melukis di Eropa. Pada saat itulah, dia bertemu dengan Andreas Schelfhout, seorang pelukis pemandangan kenamaan di Belanda. Raden Saleh menghabiskan waktu selama 25 tahun di Eropa, berkelana dari satu kota ke kota lain, dari satu guru ke guru lain sebelumnya akhirnya pulang ke Jawa pada tahun 1851.

Dalam karier melukisnya, Raden Saleh dikenal memiliki kedekatan dengan para pejabat penting di Hindia Belanda, terutama ketika dia mendapat tugas untuk melukis tiga orang gubernur jenderal untuk dipajang di Istana Rijswijk (sekarang Istana Merdeka) bersama dengan lukisan gubernur jenderal yang lain. Selain itu, dia juga sering mendapatkan komisi dari orang-orang Eropa untuk melukis lanskap di Jawa, salah satunya adalah Alexander Fraser, pengusaha keturunan Skotlandia. Pada akhir dekade 1850an, Fraser memesan empat buah lukisan, dan salah satu karya yang dibuat oleh Raden Saleh adalah lukisan yang saat ini berjudul Javanese Temple in Ruins. Lukisan ini menggambarkan kondisi Candi Mendut yang sudah tampak rusak sebagian, dan di sekelilingnya tampak berbagai orang melakukan berbagai macam aktivitas, seperti berkumpul dan berbincang serta memberikan persembahan doa.

Berdasarkan informasi yang terdapat di label National Gallery Singapore, ketika selesai dibuat oleh Raden Saleh tahun 1860, lukisan ini kemudian dibawa oleh Fraser ketika pindah ke London pada tahun 1879. Setelah diwariskan kepada keponakan istrinya, Sally Burbank Swart, lukisan tentang Candi Mendut ini didonasikan kepada Smithsonian’s National Musuem of Natural History pada tahun 1925. Pada tahun 1985, lukisan ini dipindah ke American Art Museum. Saat ini lukisan Javanese Temple in Ruins sedang dipinjam oleh National Gallery Singapore dan bisa dinikmati di salah satu ruang galerinya.

TINGGALKAN KOMENTAR