Workshop Bantuan Pemerintah Fasilitasi Sarana Kesenian

0
863

Jakarta – Dalam rangka pembekalan terkait Bantuan Pemerintah Fasilitasi Sarana Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan menyelenggarakan Workshop bagi para penerima bantuan. Acara dihadiri oleh 220 sekolah penerima bantuan sarana kesenian dari seluruh Indonesia. Pada kesempatan ini, hadir pula Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid dan anggota DPR RI dari komisi X.

Kegiatan ini merupakan salah satu tahap pelaksanaan Bantuan Fasilitasi Sarana Kesenian. Disini seluruh penerima akan mendapat penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan. Diharapkan penerima dapat menjalankan tanggung jawab dengan baik. Salah satu upaya adalah dengan menghadirkan narasumber dari Inspektorat Jenderal Kemendikbud dan kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

“Nanti juga akan ada penandatanganan kontrak dengan kepala sekolah penerima bantuan”, jelas Direktur Kesenian Restu Gunawan, selaku penanggung jawab program.

Hal ini diamini oleh Ketua Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, “kedepan harus ada pakta integritas dengan kepala sekolah, harus ada jaminan”, ujarnya. Ia juga mengharapakan agar program ini dapat meningkatkan apresiasi dan kreatifitas siswa penerima bantuan. Selain itu, diharapkan program ini dapat menjangkau sekolah di daerah-daerah yang tak terjangkau dan yang sulit mendapat akses sarana kesenian.

Terkait dengan akses sarana kesenian, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid menambahkan bahwa tujuan program ini adalah memberi akses bagi sekolah yang ingin berkesenian. “harapaannya dapat digunakan oleh sekolah lain yang membutuhkan yang belum dapat akses, gotong royong seperti ini yang diharapakan” tambah Direktur Jenderal yang juga sejarawan tersebut.

Muara dari program ini adalah membentuk karakter melalui kesenian. Siswa nantinya memiliki kecerdasan, cita rasa seni, rasa percaya diri tinggi, serta kemampuan mengeskpresikan diri dan mengaktualisasikan diri. Kesenian bukan soal biaya, tetapi investasi.

Harudin, kepala sekolah SDN Pekandangan III Indramayu, sekolah yang mendapat bantuan tahun 2016 berkesempatan menyampaikan testimoni. “Saya merasa bangga mendapat bantuan, Alhamdulillah dengan mendapat bantuan berarti kami melestarrikan kebudayaan” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR