SWBB dan Pengembangan Karakter

0
1000
Direktur Sejarah saat menyampaikan materi kepada peserta kegiatan

Memasuki hari kedua kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) Pembina Pramuka Saka Widya Budaya Bakti (SWBB), Triana Wulandari selaku Direktur Sejarah, Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hadir untuk memberikan arahan kepada para peserta. Beliau yang juga sekaligus Koordinator Krida Bina Sejarah, dalam arahannya menjelaskan bahwa SWBB merupakan sarana dan wahana memupuk, mengembangkan, membina dan mengarahkan minat dan bakat generasi muda dalam memegang peranan mengembangkan pendidikan dan pelestarian budaya bangsa khususnya pendidikan anak usia dini, pendidikan masyarakat, kecakapan khusus, seni dan film, tradisi, sejarah, nilai budaya, cagar budaya dan museum yang semuanya ada dalam masing-masing krida. “SWBB adalah satuan karya yang strategis, karena memiliki krida-krida yang dapat menyentuh dan memudahkan para anggota pramuka mengisi dan mengembangkan potensi, kreasi, dan pengembangan karakter”, jelasnya lebih lanjut.

Sebelumnya, Prof. Dr. Suyatno selaku moderator sekaligus Kapusdiklat Gerakan Pramuka memberikan pemaparan singkat tentang proses terbentuknya SWBB. “Triana Wulandari adalah salah satu inisiator bagaimana terbentuknya Saka Widya Budaya Bakti”, ditambahkan pula bahwa “dimana ada Triana, disitu ada pramuka”. Imbuh Suyatno dengan sedikit candanya.

Sebagai penutup dari pemaparannya, Triana berpesan kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti KMD dengan serius, agar dapat mengembangkan kegiatan pramuka di setiap Gugus Depannya masing-masing dalam wadah Saka Widya Budaya Bakti.

Foto bersama peserta KMD 2018 bersama Direktur Sejarah

Saptari Novia Stri selaku ketua panitia menjelaskan, “secara umum kegiatan KMD ini dibagi menjadi 2 bentuk. 3 hari pertama di tanggal 16-18 Juli 2018 dilakukan kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas, sementara 3 hari selanjutnya peserta akan melakukan kegiatan di luar ruangan”. Andi Syamsu Rijal selaku Koordinator acara menambahkan bahwa pada 3 hari kedua ditanggal 19-21 Juli 2018 peserta sudah harus mendirikan tenda-tenda untuk mereka istirahat. “akan ada banyak kegiatan belajar secara praktek yang dilakukan oleh peserta, salah satunya adalah praktek membina penegak, karena kegiatan ini adalah untuk melatih para calon pembina Pramuka SWBB. (AM)

Artikel SebelumnyaDIREKTORAT SEJARAH LATIH 120 CALON PEMBINA PRAMUKA SWBB
Artikel BerikutnyaLampung, Sai Bumi Ruwa Jurai