Sandiwara Sastra, Angkat Literasi Karya Sastra Indonesia

0
579

Jakarta –Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, secara resmi meluncurkan program Sandiwara Sastra, sebuah sandiwara radio alih wahana yang akan menghidupkan karya sastra Indonesia dalam bentuk siniar (podcast).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim menyambut baik inisiasi program tersebut. Menurutnya, sastra menempati posisi penting dalam pemajuan budaya dan pembentukan karakter bangsa.

“Sandiwara Sastra bukan hanya sebagai karya seni dan inovasi. Lebih dari itu, ini adalah jalan untuk mengangkat literasi,” ujarnya saat taklimat media Sandiwara Sastra, pada Senin, 6 Juli 2020 melalui daring.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid mengapresiasi adanya komitmen untuk menghidupkan kembali karya sastra melalui para seniman.

“Saya kira ini tepat waktu. Sandiwara radio dua puluh tahun lalu mengalami tantangan, ada media elektronik, televisi dan akhirnya dia meredup. Tapi sekarang secara tiba-tiba ada ketertarikan baru terhadap podcast, dan ternyata radio di daerah juga masih memainkan peran yang sangat penting. Bagi saya ini tanda bahwa ada komitmen luar biasa dari para seniman untuk menghidupkan kembali karya sastra,” tambahnya.

Sandiwara Sastra merupakan kolaborasi produksi antara Kemendikbud, Yayasan Titimangsa, dan KawanKawan Media. Alih wahana karya sastra ini diproduseri oleh Happy Salma dan produser Yulia Evina Bhara, serta sutradara Gunawan Maryanto. Para aktor dan aktris yang terlibat antara lain Adinia Wirasti, Ario Bayu, Arswendy Bening Swara, Asmara Abigail, Atiqah Hasiholan, Chelsea Islan, Chicco Jerikho, Christine Hakim, Eva Celia, Happy Salma, Iqbaal Ramadhan, Jefri Nichol, Kevin Ardilova, Lukman Sardi, Lulu Tobing, Marsha Timothy, Mathias Muchus, Maudy Koesnaedi, Najwa Shihab, Nicholas Saputra, Nino Kayam, Oka Antara, Pevita Pearce, Reza Rahadian, Rio Dewanto, Tara Basro, Vino G. Bastian dan Widi Mulia.

Program ini akan mengadaptasi 10 karya sastra Indonesia, yakni Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari; novel Helen dan Sukanta karya Pidi Baiq; cerita pendek (cerpen) Kemerdekaan karya Putu Wijaya; cerpen Menunggu Herman karya Dee Lestari; cerpen Berita dari Kebayoran karya Promoedya Ananta Toer; novel Lalita karya Ayu Utami; cerpen Seribu Kunang-kunang di Manhattan karya Umar Kayam; cerpen Persekot karya Eka Kurniawan; novel Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana, dan novel Orang-orang Oetimu karya Felix K. Nesi.

Alih wahana sastra ke dalam bentuk sandiwara audio ini dapat didengarkan perdana mulai Rabu, 8 Juli 2020 pukul 17.00 WIB melalui podcast audio @budayakita. Setiap episodenya berdurasi 30 menit dan masing-masing menggandeng 3-4 aktris/aktor yang akan berperan sebagai pemain maupun narator. Di episode perdana nanti, akan tayang adaptasi cerpen berjudul Mencari Herman karya Dewi Lestari, yang akan dialihsuarakan oleh Pevita Pearce, Ario Bayu dan Widi Mulia.

 

TINGGALKAN KOMENTAR