Presiden Joko Widodo Buka Pekan Kebudayaan Nasional 2020

0
590

Jakarta – Presiden Joko Widodo resmi membuka perhelatan akbar Pekan Kebudayaan Nasional 2020 yang berlangsung dalam format daring. Presiden optimis, para budayawan dan pelaku seni mampu menghadapi tantangan di tengah pandemi Covid-19.

“Pekan Kebudayaan Nasional menjadi bukti bahwa para budayawan dan para pekerja seni di seluruh Tanah Air tidak mau tunduk oleh pandemi Covid-19, tidak mau menyerah oleh kesulitan dan tantangan yang dihadapi. Tidak peduli apa sukunya, apa agamanya, asal daerahnya, semua berupaya meletakkan satu bata, bata budaya, untuk membangun peradaban Indonesia Maju,” ujar Presiden Joko Widodo saat sambutan pembukaan Pekan Kebudayaan Nasional pada Sabtu, 31 Oktober 2020, yang disiarkan di laman pkn.id dan stasiun TVRI.

Budaya sebagai pijakan dasar, dikatakan Presiden Joko Widodo sesuai dengan tema yang diangkat dalam Pekan Kebudayaan Nasional 2020, yakni Ruang Bersama Indonesia Bahagia. Memori budaya masyarakat kembali tumbuh dan hidup yang kemudian memupuk solidaritas serta gotong royong selama masa pandemi berlangsung.

Tak hanya itu, tambah Presiden, selama masa pandemi masyarakat juga kembali berupaya menghidupkan kearifan lokal yang sudah dikenal sejak zaman nenek moyang.

“Di tengah pandemi ini, masyarakat juga kembali berupaya menghidupkan kearifan lokal seperti mengangkat lagi jamu-jamu tradisional untuk meningkatkan imunitas tubuh yang sangat dibutuhkan dalam situasi pandemi ini. Banyak budayawan juga terus berkreasi untuk menghibur masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi pandemi. Semuanya bekerja untuk kelangsungan hidup bangsa Indonesia dan bumi Nusantara,” ucapnya.

Adapun pada malam pembukaan Pekan Kebudayaan Nasional yang bertajuk “Napas Bumi” dibuka dengan menghadirkan parade pertunjukan warisan budaya yang ditampilkan oleh sejumlah seniman dan musisi Tanah Air. Di antaranya pertunjukan seni tari ‘Mantra Tubuh’ oleh Rianto, tarian ‘Mighty Indonesia’ oleh Eko Supriyanto, ritual Nyangahatn dari Kalimantan Barat, pertunjukan musik dan tari dari Jambi, Aceh, Toraja, Toba dan Riau, serta aksi panggung Naura dan Ananda Sukarlan. Hadir pula pembacaan puisi oleh Direktur Jenderal Kebudayaan dan prolog oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Pekan Kebudayaan Nasional diselenggarakan selama satu bulan penuh sejak 31 Oktober sampai 30 November 2020 dalam format daring (online) melalui laman pkn.id dan stasiun TVRI. Perhelatan akbar ini melibatkan 4.791 seniman dan pekerja seni, 27 tema konferensi, 93 pergelaran, 1.477 karya seni rupa yang dipamerkan secara virtual dan 5 kompetisi permainan tradisional. Pekan Kebudayaan Nasional 2020 diharapkan menjadi bentuk interaksi budaya dalam adaptasi baru dengan memberikan lebih banyak akses kepada seluruh pemangku kepentingan untuk bersama melakukan upaya pemajuan kebudayaan dan pencapaian strategi kebudayaan nasional.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR