Pembukaan Sarasehan Nasional Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa

0
568

Yogyakarta. Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Direktorat Jendral Kebudayaan Kemdikbud secara resmi telah membuka Kegiatan Sarasehan Nasional Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menampung pemikiran-pemikiran dan gagasan yang berharga dari beberapa pakar, pemerhati maupun pelaku melalui makalah dan diskusi. Selanjutnya, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan bersama tentang bagaimana memberdayakan masyarakat Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus meningkatkan peran dan kontribusinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Acara pembukaan ini dihadiri oleh Menteri Agama yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Staf Ahli Menteri Agama bidang Hukum dan HAM, Prof. Dr. Makasim, M.A, Wakil Menteri Kemdikbud bidang Kebudayaan, Prof. Wiendu Nuryanti, Sekretaris Daerah Yogyakarta, Drs. Ikhsan Nuri, Direktur Direktorat Pembinaan Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi (PKT), Sri Hartini, para undangan, dan para peserta.

“Kegiatan Sarasehan ini diikuti oleh 250 peserta dari organisasi-organisasi penghayat kepercayaan di seluruh Indonesia, perguruan tinggi, dan UPT-UPT di Indonesia,” ujar Sri.

IMG_4428

Pada acara pembukaan ini, dilaksanakan pula Pembacaan Deklarasi Majelis Luhur Kepercayaan sekaligus pelantikannya oleh Wakil Menteri Kemdikbud, Prof. Wiendu Nuryanti. Majelis ini sendiri merupakan pengejawantahan dari hasil sarasehan pada tahun sebelumnya.

“Saya berharap majelis ini nantinya dapat bermitra dengan pemerintah dalam menyusun kebijakan di mulai sejak perencanaan kebijakan itu sendiri. Begitu juga sebaliknya, semoga pemerintah turut melibatkan dan mendampingi majelis ini dalam kebijakan-kebijakan terkait. Untuk Kegiatan Sarasehan itu sendiri, semoga lahir pemikiran-pemikiran yang strategis dan kritis dan tentunya hal-hal baru yang positif,” papar Wiendu.

IMG_4527

Kegiatan Sarasehan ini akan berlangsung selama 5 hari, mulai tanggal 13 hingga 15 Oktober 2014 di Yogyakarta. Peserta tidak hanya akan diberikan materi saja tetapi juga turun langsung ke tempat-tempat atau organisasi penghayat kepercayaan dan juga perguruan tiggi untuk belajar langsung melalui diskusi-diskusi.