You are currently viewing Museum Basoeki Abdullah Bawa Kita “Dari Ruang Maya ke Ruang Alam”

Museum Basoeki Abdullah Bawa Kita “Dari Ruang Maya ke Ruang Alam”

Jakarta – Museum Basoeki Abdullah Kemendikbud menggelar Jumpa Pers Peresmian Gedung II Museum Basoeki Abdullah dan Pembukaan Pameran Basoeki Abdullah Art Award #2 di Museum Basoeki Abdullah, Senin (28/11). “Ekologi: Dari Ruang Maya ke Ruang Alam” menjadi tema yang diusung dalam Basoeki Abdullah Art Award #2. Kepala Museum Basoeki Abdullah Joko Madsono, Guru Besar FSRD ITB Setiawan Sabana, Kurator dan Staf Pengajar ISI Yogyakarta Mikke Susanto, dan Dekan FSRD IKJ Citra Smara Dewi selaku narasumber, memimpin acara.

Joko Madsono menjelaskan latar belakang peresmian Gedung II Museum Basoeki Abdullah. “Pembangunan museum ini merupakan upaya dari kami, untuk melengkapi sarana dan prasarana museum untuk kenyamanan masyarakat,” ujarnya. Berbagai acara pun digelar, mulai dari acara peresmian yang diselenggarakan pada Selasa (29/11), Pameran Basoeki Abdullah Art Award yang ke-dua dan telah menghasilkan 10 karya pemenang dan 20 karya nominator. Seminar Seni Rupa yang digelar selama bulan Desember, Pagelaran Wayang Kulit yang diselenggarakan pada 2 Desember 2016, hingga “Ngobrol dengan Pakar” setiap akhir pekan pada bulan Desember menjadi rangkaian kegiatan ini.

jumpa-pers-museum-basoeki-abdullah-1600x1200

Berkaitan dengan rangkaian acara, Ketua dewan juri Setiawan mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebuah kompetisi namun juga sebuah keseriusan dalam mendalami seni lukis. “Saat ini, telah terkumpul 248 karya seni rupa yang terdiri dari seni lukis, seni grafis, fotografi hingga mixed media dari para seniman muda,” jelasnya. Mikke juga menambahkan bahwa ini adalah penghargaan dan wadah bagi para perupa muda, mengingat adanya ketidakseimbangan antara jumlah perupa muda dengan kompetisi lukis.

“Pameran yang secara historis adalah sebuah kompetisi yang melibatkan pelukis muda dibawah usia 30 tahun sehingga pameran ini memiliki spesifikasi atau tujuan menggerakan dinamika pelukis muda saja,” jelas Mikke dalam jumpa pers. Senada dengan hal tersebut, Citra mengungkapkan bahwa 50% dari karya yang telah diterima memiliki tema yang sangat menarik. “Rata-rata peserta menggunakan fenomena dengan pendekatan suryalis, imajinasinya lebih berkembang dan hidup,” ungkapnya.

Nantinya, 30 karya terbaik akan ditampilkan dalam pameran bersama karya-karya terbaik Basoeki Abdullah yang selama ini jarang terlihat di publik, seperti Absolut Mistery yaitu sebuah karya cat minyak di atas kanvas 75x100cm.

This Post Has 2 Comments

  1. Bay

    Suatu saat harus coba datang ke sana

Tinggalkan Balasan