Prasasti Kota Kapur dan nama Kedatuan Sriwijaya

0
2750
Prasasti Kota Kapur Koleksi Museum Nasional

Prasasti kota Kapur, 28 Februari 686 ditemukan di desa Kapur (Bangka). Kini prasasti tersebut tersebut ditempatkan di Museum Nasional No. D.90. Pada tahun 1718, Sarjana Perancis bermana Renaudot menerjemahkan kabar dari Tiongkok dan India yang ditulis oleh musafir Arab  Sulayman  tahun 851 M yang menyebutkan adanya kerajaan besar di wilayah Zabaj (Nusantara).

Sementara itu kronik Tionghoa menyebutkan sebuah kerajaan di Nan-hai (Laut selatan) yang disebut dengan Shih-li-fo-shih.Nama ini pada tahun 1861 kemudian di transliterasikan oleh Julien sebagai Sribhoja (merupakan transliterasi Shih-li-fo shih dari bahasa Sansekerta). Hasil kerja Julien ini sejalan dengan hasil kerja Takakusu yang menterjemahkan karya I-Tsing “Catatan ajaran Buddha yang dikirimkan dari Laut Selatan”. Takakusu menterjemahkan Shih-li-fo-shih sebagai Sribhoja. Singkat ceritera Samuel Beal  pada tahun 1886 merumuskan bahwa kerajaan Sribhoja berlokasi di Palembang dan kerajaan ini yang disebut Syarbazah oleh berita Arab dan disebut  Shih-li-fo-shih atau san-fo-tsi oleh berita Tionghoa.

Bagaimana nama Sriwijaya muncul dan bagaimana kaitannya dengan Sribhoja, Shih-li-fo-shih dan San-fo-tsi?

Pada tahun 1892 di Kota Kapur, Bangka ditemukan  sebuah prasasti batu berbentuk tugu. Prasasti yang ditulis dalam aksara Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno. Prasasti ini pertama kali dibaca dan dibahas oleh  J.H.C. Kern pada tahun 1913. Hasil pembahasannya itu ia menemukan bahwa kata “Sriwijaya “ dan menganggap  bahwa nama itu adalah nama seorang raja  karena didahului dengan kata “sri” sebagai nama gelar seorang raja namanya “wijaya”. Tidak berlangsung lama  sampai akhir tahun 1918 Coedes berhasil mengidentifikasi  bahwa nama Sriwijaya  adalah nama sebuah kerajaan  sebagaimana disebutkan dalam prasasti Raja-Raja I yang menyebutkan nama raja Sriwijaya, prasasti Tanjore yang menyebut nama-nama kerajaan diantaranya kerajaan Sriwijaya, dan dalam prasasti Kota Kapur sendiri di baris kedua disebutkan datu Sriwijaya (Raja Sriwijaya). Shih-li-fo-shih dan san-fo-tsi yang lokasinya ada di pulau Sumatera dengan ibu kotanya Palembang . Sejak tahun 1920-an itulah nama Sriwijaya sebagai nama sebuah kerajaan atau spesifiknya nama kedatuan di Sumatera Selatan mulai memasyarakat.

Kumpulan Artikel Pameran Kedatuan Sriwijaya : The Great Maritime Empire, berlangsung di Museum Nasional, 4-28 November 2017.

TINGGALKAN KOMENTAR