Perjalanan Panjang Sang Jawara Budaya (2 habis)

1
658
Kontingen Jawa Tengah

Pada esok harinya, hari perlombaan pun tiba. Semua tim tampak memegang buku materi dan belajar. Sebelum tiba gilirannya, kami menyempatkan diri melaksanakan shalat Duha. Pada babak penyisihan, kami melawan tim dari Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Provinsi Kalimantan Timur. Syukurlah, tim Jawa Tengah dapat lolos ke babak selanjutnya.

Babak semifinal dilakukan sore itu juga sekitar pukul 4. Lawan kami dalam babak semifinal kali ini cukup berat, yakni Jambi dan Kalimantan Barat. Kalimantan Barat merupakan juara II pada LCCK Tingkat Nasional 2016, sehingga perjuangan pasti harus lebih berat lagi. Syukurlah, walaupun selisih nilai tidak terlalu jauh, kami pun berhasil  memperoleh nilai tertinggi di antara keduanya dan melaju ke babak final, di mana Riau (juara I LCCK Tahun 2016) dan Bengkulu telah menunggu.

Beberapa tim yang telah tersingkir pada babak penyisihan dan semifinal kini sudah bisa melonggarkan ikat pinggang, namun demikian tidak untuk kami dan tim-tim yang berkompetisi untuk esok hari. Kami pun masih belajar sampai malam. Babak final nanti dibagi dua, yaitu babak final untuk memperebutkan juara utama dan babak final yang memerebutkan juara harapan. Melihat ketatnya kejar-kejaran poin antara tim-tim dalam babak final memerebutkan juara harapan (Kalimantan Barat, DKI Jakarta, dan Lampung), mengingatkan kami untuk tidak boleh lengah.

Semua jerih payah itu akhirnya terbayarkan ketika kami dapat menjawab soal-soal yang diajukan quiz master dengan baik. Poin tim kami perlahan bisa menanjak lalu melesat mengungguli dua tim lawan. Quiz master dan juri mengumumkan kami memenangkan LCCK Tingkat Nasional Tahun 2017.

Kontingen Jawa Tengah Mengangkat Piala bergilir Mendikbud bersama Kepala Museum NAsional Drs. Siswanto

Kami sangat terharu dan langsung memeluk pembina kami, Ibu Etik Lismawati, yang juga tak kuasa menahan air mata. Piala Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bergilir akhirnya diboyong ke Jawa Tengah dan kami berhak mendapatkan uang pembinaan senilai 30 juta rupiah. Setelah itu kami menjadi artis dadakan karena banyak sekali wartawan yang ingin mewawancarai kami. Ucapan selamat pun membanjiri media sosial sampai kami bingung untuk menjawabnya.

Usai pemberian hadiah dengan suasana yang jauh lebih santai, kami tur di kota Jakarta dengan bus City Tour. Suasana yang awalnya tegang mulai mencair. Kami mulai membaur, bercanda akrab dengan peserta dari provinsi lain, juga saling berbagi akun media sosial. Bersama-sama pada keesok harinya kami melakukan Ekskursi ke Bandung untuk mengunjungi tiga tempat antara lain NuArt Sculpture Park [galeri milik seniman I Nyoman Nuarta], Museum Geologi, dan Museum Konferensi Asia Afrika.

KAMI GEMBIRA DAPAT KEMBALI ke Temanggung sebagai pemenang yang mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam LCCK Tingkat Nasional 2017. Bapak Kepala Museum Ranggawarsita mengundang kami dan menyampaikan selamat. Ada rasa bangga pastinya dapat mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam LCCK Tingkat Nasional.

Kebersamaan para peserta LCCKN dengan baju tradisional masing-m,asing daerah

Pengalaman ini pasti tidak akan kami lupakan. Kami mendapatkan teman baru dan mempelajari budaya baru. Kami berharap suatu saat bisa berkumpul lagi bersama teman-teman seperjuangan LCCK 2017. Semoga pengalaman kami ini dapat menjadi inspirasi bagi para remaja dari seluruh penjuru Indonesia.

Tim LCCKN 2017 Jawa Tengah

1 KOMENTAR

  1. […] Awalnya kami masih sulit berkenalan. Kami dan kawan-kawan belum berani membaur. Mungkin karena masing-masing masih tegang menghadapi lomba yang menunggu kami esok hari. Hari pertama hanya berkenalan dengan teman-teman yang duduk di sekitar kami saja. Ketegangan itu pun masih berlanjut sampai malam di kamar Yello! Hotel tempat kami menginap. Semua tim pasti masih belajar. Jadi, walaupun badan terasa lelah, kami tetap melanjutkan belajar di hotel. Pada esok harinya, hari perlombaan pun tiba…. Selanjutnya […]

TINGGALKAN KOMENTAR