Optimalisasi Layanan Bahasa, Museum Nasional Jalin kemitraan dengan UNJ

0
112
Museum Nasional Indonesia
Museum Nasional Indonesia Mambangun

Museum Nasional sebagai salah satu dari destinasi wisata budaya dan edukasi memiliki beragam koleksi yang menarik bagi wisatawan lokal maupun wisatawan asing di Jakarta. Jumlah wisatawan asing mengalami peningkatan setiap tahunnya (Data Statistik Wisman Kementrian Pariwisata Republik Indonesia 2016-2018), terutama negara-negara yang berasal dari benua Eropa dan Amerika. Prancis sebagai salah satu negara dengan penutur terbanyak di dunia menjadi salah satu negara dengan wisatawan yang cukup sering mengunjungi Indonesia. Terlebih, banyak negara-negara yang mengadopsi bahasa Prancis sebagai bahasa resmi mereka seperti Belgia, Swiss, dan negara-negara eropa lainnya.

Peningkatan jumlah wisatawan berbahasa Prancis di Indonesia menjadi sebuah tantangan baru bagi sektor pariwisata di Indonesia. Bahasa Prancis merupakan bahasa asing yang perlu disiapkan dan disediakan selain bahasa Inggris karena bahasa Prancis sendiri merupakan bahasa dengan penutur terbanyak kedua di dunia. Penyediaan informasi berbahasa Prancis sangat diperlukan Hal tersebut tentu saja perlu dilakukan untuk mempermudah wisatawan asing berbahasa Prancis selama mereka berwisata di Indonesia. Museum Nasional sebagai salah satu destinasi wisata yang digemari wisatawan asing tentu harus memiliki kesiapan dalam memberikan pelayanan terbaiknya terutama kepada wisatawan asing berbahasa Prancis.

Diorama sebagai objek museum menjadi sorotan utama bagi para wisatawan ketika mengujungi museum. Teks yang ada pada objek diorama merupakan media perantara bagi wisatawan untuk dapat memahami objek pameran yang disajikan. Akhirnya, teks ini dirasa penting untuk dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis guna mempermudah wisatawan asing berbahasa Prancis.

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Negeri Jakarta bekerja sama dengan Museum Nasional untuk meningkatkan mutu pelayanan Museum Nasional dengan menerjemahkan teks diorama ke dalam bahasa Prancis. Tim yang beranggotakan Evi Rosyani Dewi, S.S, M.Hum., Dr. Ninuk Lustyantie, M.Pd., Dr. Amalia Saleh, M.Pd., Dr. Sri Harini Ekowati, M.Pd., dan Fathurrahman Nur Isnan melakukan kegiatan tersebut selama kurang lebih 6 bulan dengan berfokus kepada penerjemahan teks diorama museum beserta poster yang paling sering dilihat berdasarkan arahan dari pemandu museum. Tim kemudian memotret koleksi untuk kemudian di terjemahkan isi teksnya ke dalam bahasa Prancis. Setelah selesai diterjemahkan, teks tersebut diberikan kepada pihak museum untuk kemudian dapat dikelola dan diaplikasikan sebagai bahasa tambahan pada teks diorama dan poster yang ada di Museum Nasional.

Dengan dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, hasil terjemahan teks diorama ke dalam bahasa Prancis diharapkan dapat membantu dan memudahkan Museum Nasional dalam menghadapi wisatawan asing berbahasa Prancis yang datang dan mengunjungi museum sebagai salah satu dari destinasi mereka selama berwisata di Indonesia.

BAGIKAN
Artikulli paraprakLaporan Kinerja Museum Nasional tahun 2019

TINGGALKAN KOMENTAR