MENCARI-CARI KESALAHAN

SDC13053

Tahun ini kembali terjadi pemerasan terhadap pengunjung Museum Sumpah Pemuda, yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta menilang Bus Pariwisata yang disewa oleh SD Sekolah Alam, dengan alasan Bus Pariwisata melanggar trayek. Padahal Bus Pariwisata memang tidak memiliki trayek, dan tetap saja ditilang oleh petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Tetapi disepanjang JL. Kramat Raya, banyak terdapat mobil yang parkir dipinggir jalan, terutama di depan rumah makan Bakmi Babat, hingga depan R.S Kramat, kemudian di depan PMI hingga didepan sekolah ST. Fransiskus, anehnya mobil yang parkir dipinggir jalan didepan tempat tersebut tidak ditilang oleh Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, padahal jelas-jelas ada rambu-rambu lalu lintas dilarang parkir.
Tentu saja peristiwa ini sangat berbahaya, karena sebagian besar pengunjung Museum Sumpah Pemuda adalah pelajar, dan mereka adalah generasi muda Indonesia yang akan memimpin Indonesia dimasa yang akan datang. Pemerintah Pusat khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus mengambil tindakan tegas, terhadap Dinas Perhubungan DKI Jakarta, karena Museum Sumpah Pemuda berada dibawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Agar kejadian berupa penilangan tanpa alasan yang jelas, yang dilakukan oleh petugas Dinas Perhubungan DKI tidak terjadi lagi.