Deskripsi Tokoh W.R Supratman

0
9880

Wage Rudolf Supratman lahir pada 19 Maret 1903 di Dusun Trembelang Desa Somongari Kecamatan Kaligesing Purworejo, Jawa Tengah. Ia memulai pendidikan di Frobelschool (sekolah taman kanak-kanak) Jakarta pada 1907 saat berusia 4 tahun. Setelah tinggal bersama kakanya Rukiyem di makasar Wage melanjutkan sekolah di ELS (Europese Large School), kemudian melanjutkan sekolah ke Sekolah Angka Dua Makasar dan menyelesaikan pada 1917. Pada 1910,  W.R Supratman lulus ujian Klein Ambtenaar Examen (KAE, ujian untuk calon pegawai rendahan). Setelah lulus KAE, Wage melanjutkan pendidikan ke Normaalschool (Sekolah Pendidikan Guru).  Karirnya dalam bermusik tidak terlepas dari peran kakak Iparnya Van Eldik, Ia menghadiahkan biola kepada WR Supratman ketika ulang tahunny yang ke 17, bersama dengan Van Eldik, Ia tergabung dalam kelompok musik Black And White Jazz. Kepandaian wage dalam bermusik dimanfaatkannya untuk menciptakan lagu-lagu perjuangan, yang salah satu diantaranya ditetapkan sebagai Lagu Kebangsaan Republik Indonesia, Indonesia Raya.

Puncak karir WR Supratman ketika Ia pindah dari Makassar ke Bandung dan menjadi wartawan surat kabar wartawan pada surat kabar Kaum Muda pada 1924. Setelah itu pindah ke Jakarta dan mnjadi wartawan Surat Kabar Sin Po, Sejak saat itu Ia rajin menghadiri rapat-rapat organisasi pemuda dan rapat-rapat partai politik yang diadakan di Gedung Pertemuan di Batavia, sejak saat itulah W.R Supratman berkenalan dengan tokoh-tokoh pergerakan. Dalam pelaksanaan kongres Pemuda Indonesia Kedua pada 27-28 Oktober 1928, WR supratman ikut terlibat bahkan untuk pertamakalinya Ia memperdengarkan lagu Indonesia Raya didepan seluruh peserta Kongres sebelum dibacakannya ikrar Sumpah Pemuda. Namun setelah dilaksanakannya Kongres Pemuda Indonesia Kedua, kehidupan WR Supratman tidak lagi tenang karena dimatamatai oleh polisi rahasia Belanda dikarenakan kata “Merdeka,Merdeka”pada lagu karangannya trsebut, kondisi kesehatannyapun semakin menurun dan akhirnya ia meninggal pada 17 Agustus 1938 karena gangguan jantung yang dideritanya. W.R Supratman dimakamkan di Pemakaman Umum Kapasan Jalan Tambak Segaran Weran Surabaya.

Atas jasa-jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, WR Supratman mendapatkan penghargaan berupa pemindahan dan perbaikan makam, kemudian pada 17 Agustus 1960 pemerintah RI memberikan anugerah Bintang Mahaputra Anumerta III, setelah itu melalui surat keputusan Presiden RI No.16/SK?1971 tanggal 20 Mei 1971 telah menganugerahkan gelar “Pahlawan Nasional kepada W.R Supratman, serta Surat Keputusan Presiden RI No.017/TK/Tahun 1974 tanggal 19 Juni 1974 Presiden RI menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra Utama kepada alm. W.R Supratman.

TINGGALKAN KOMENTAR