You are currently viewing Deskripsi Tokoh Soediman Kartohadiprodjo

Deskripsi Tokoh Soediman Kartohadiprodjo

Pada 3 September 1908 di desa Jatigoro Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur lahir Soediman Kartohadirrodjo dari pasangan Raden Tumenggung Bawadiman Kartohadiprodjo dengan Raden Ayu Oemi Kartohadiprodjo. Lahir dalam lingkungan keluarga yang mendapat pendidikan Belanda dan menduduki banyak jabatan penting dalam pemerintah Hindia Belanda, Soediman lantas memulai pendidikan di ELS (Eropeesche Larger School) pada 1917 hingga 1922. Setelah itu melanjutkan ke HBS (Hoogere Burger School) di Semarang, Selama bersekolah di HBS, Soediman aktif dalam organisasi kepemudaan, Ia menjadi anggota Jong Java dan pada 1926 Ia telah menjadi pengurus Jong Java cabang Semarang. Setelah lulus dari HBS pada 1927, Soediman pidah ke Batavia untuk melanjutkan pendidikan di GHS (Geneskundige Hoogeschool/Sekolah tinggi kedokteran), seiring kepindahannya, aktivitas Soediman dalam organisasi Jong Java cabang Semarang pindah ke Jong Java cabang Batavia. Setelah resmi sebagai mahasiswa GHS Ia mendaftarkan diri sebegai anggota Perhimpunan Pelajar Pelajar Indoneisa (PPPI), pada saat pelaksanaan Kongres Pemuda Kedua yang dilaksanakan pada 27-28 Oktober 1928, Soediman hadir sebagai perwakilan organisasi PPPI.

Pada 1931, saat sudah menempuh empat tahun bersekolah di GHS,Soediman merasa tidak cocok dengan panggilan jiwanya untuk menjadi dokter, oleh karena itu Ia pindah ke RHS ( Rechts Hooge School/ Sekolah tinggi Hukum) dan menyelesaikannya pada 1936 dengan gelar messter in de Rechten. Soediman memulai karirnya dalam dunia hukum dengan menjadi Volunter di Pengadilan Negeri Tanjung Karang pada 19 Nopember 1936, ditempatkan sebagai kepala bagian kepaniteraan kriminal pada pengadilan Tinggi di Semarang pada 1939 dan menjabat Hakim Pengadilan Negeri Jakarta dan Tangerang pada 1944.Kemudian Ia diangkat menjadi pembantu jaksa Agung dengan keputusan menteri kehakiman Republik Indonesia pada 7 Desember 1945 dan kemudian diangkat sebagai Hakim di Pengadilan Tinggi Republik Indonesia.

Disamping pekerjaannya sebagai seorang hakim, Soediman memiliki ketertarikan dalam bidang pendidikan, Ia menjadi seorang pengajar di Fakultas Hukum dan Kesusastraan Perguruan Tinggi Darurat Republik Indonesia. Selama mengajar disini, Soediman mengalami beberapa kendala namun, Ia menganggapnya sebagai pengabdian pada Negara. Namun pada 1952, perguruan ini bergabung dengan Universiteit Indonesia yang kemudian pada 1956 berubah nama menjadi Universitas Indonesia. Sejak saat itu Soediman aktif membantu mengelola Universitas Indonesia dan pernah diangkat menjadi sekertaris fakultas hukum, selain itu Ia juga diangkat sebagai Guru besar di Akademi Hukum Militer. Pada 1961 Ia menjadi dekan fakultas Hukum Parahiyangan Bandung. Soediman dikenal sebagai sosok pengajar yang memiliki sifat kejiwaan seorang bapak yang selalu berusaha mengenal mahasiswanya secara pribadi. Soediman tutup usia pada 26 Januari 1970 dan dimakamkan di taman makam Pahlawan Cikutra Bandung.