You are currently viewing [BERBENAH : Dmitry Manuilsky]

[BERBENAH : Dmitry Manuilsky]

Dmitry Manuilsky lahir di Sviatest, 3 Oktober 1883. Pada 1944-52, ia memegang jabatan Menteri Luar Negeri Ukraina lalu pada 1952-53, dia diangkat sebagai Duta Besar Ukraina untuk PBB. Posisinya yang strategis inilah yang di kemudian kelak membawa pengaruh besar kepada Republik Indonesia yang baru lahir.

4 Desember 1945, dalam sebuah konferensi pers, PM Sutan Sjahrir menyatakan bahwa campur tangan PBB adalah jalan terbaik untuk memecahkan soal Indonesia. Untuk itu, Sjahrir mengirim surat dan dokumen-dokumen penting kepada Sidang Umum PBB yang pertama pada 10 Januari 1946 di Church House Westminster, London, Inggris. Mengenai tuntutan Sjahrir tersebut, Menteri Luar Negeri Belanda, Eelco van Kleffens yang turut hadir dalam sidang menerangkan bahwa usul pihak Indonesia agar permasalahan tsb dibicarakan dalam sidang Dewan Keamanan (DK PBB) hanya dapat dilakukan jika usul itu didukung oleh satu negara anggota PBB.

Gayung pun bersambut. Pada 21 Januari 1946, Dmitri Manuilsky, ketua utusan Republik Soviet Sosialis Ukraina di PBB untuk kali pertama mengajukan masalah Indonesia kepada DK PBB. Dalam suratnya, Manuilsky menyatakan bahwa keadaan di Indonesia membahayakan perdamaian dan keamanan dunia.

Dalam Sidang Umum PBB pada 25 Januari 1946, Manuilsky mendapatkan dukungan dari Edward Stettinius, utusan Amerika Serikat dan Abdel Hamid Badawy Pasha, utusan dari Mesir. Sidang DK PBB terkait Indonesia berlangsung alot selama enam hari (7, 9-13 Februari 1946). Dalam setiap sidang, Manuilsky bersikukuh dengan pendapatnya bahwa Indonesia dalam keadaan berbahaya sehingga PBB harus campur tangan.

Ketika Ukraina mengusulkan soal Indonesia dibahas dalam sidang DK PBB, sejak itu pula sengketa Indonesia-Belanda menjadi sengketa internasional sepenuhnya.

Sumber : https://historia.id/…/dari-ukraina-untuk-indonesia-D…/page/3
Materi & Desain Visual @ombalee
(S-1 Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta)

#BerbenahDiMunasprok

Tinggalkan Balasan