DISKUSI BULANAN PERMUSEUMAN “MUSEUM DAN KURIKULUM 2013”

0
1263

Tanggal 18 September 2014 Museum Kebangkitan Nasional menyelenggarakan kegiatan diskusi permuseuman dengan tema “Museum dan Kurikulum 2013”. Pembicara dalam diskusi bulanan ini adalah Heni Waluyo Siswanto dari dan Yunita Iriani, adapun moderatornya adalah Lutfi Asiarto. Peserta diskusi terdiri atas mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jakarta, pengelola museum, serta guru-guru dari Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas di Jakarta.

1

Menurut Heni Waluyo Siswanto, museum sebagai salah satu institusi yang mendukung kegiatan belajar, perlu menyesuaikan diri dengan Kurikulum 2013 yang sudah mulai diterapkan di sekolah. Kurikulum 2013 berbeda dengan kurikulum sebelumnya, karena menjadikan sikap, pengetahuan dan ketrampilan sebagai dasar dalam melakukan penilaian mata pelajaran. Selain itu dalam Kurikulum 2013 juga terdapat perubahan dalam menentukan Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses dan Standar Penilaian.

Yunita Iriani berpendapat aktifitas di museum harus mengarah pada usaha mencerdaskan kehidupan bangsa, kepribadian bangsa, serta ketahanan nasional dan wawasan nusantara. Tiga pilar museum tersebut bisa menjadi jembatan yang menghubungkan museum dan sekolah. Penerapan Kurikulum 2013 di sekolah membuka peluang lebar bagi museum untuk semakin berperan dalam kegiatan pembelajaran, karena landasan filosofis dari kurikulum saat ini adalah pendidikan berakar pada budaya bangsa dan peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif.

3

Acara diskusi permuseuman ini menarik perhatian peserta diskusi, beragam tanggapan dan pertanyaan muncul dari peserta diskusi. Moderator menutup kegiatan diskusi ini dengan kesimpulan bahwa Kurikulum 2013 membuka peluang lebar bagi museum untuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran.