Mengajak Masyarakat Berorientasi pada Nilai Budaya melalui Platform Indonesiana

0
947

Jakarta – Penyelenggaraan festival budaya melalui platform Indonesiana untuk tahun 2018 sudah selesai. Banyak hal-hal positif yang merubah penyelenggaraan festival budaya di Indonesia. Bertempat di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid ditemani oleh Bupati Lebak, Banten, Iti Octavia, Koordinator dan Kurator Festival Indonesiana, Heru Hikayat, Manager Konten Digital dan Komunitas Samsung Indonesia, Hermanto dan Editor Humaniora Kompas, Yovita Arika melakukan Gelar Wicara Kabar Indonesiana dengan tema “Apa itu Platform Indonesiana?” (13/12).

Dalam penjelasannya, Hilmar Farid mengatakan bahwa Platform Indonesiana bukan platform yang melaksanakan suatu kegiatan/festival budaya di Indonesia. “Platform Indonesiana bertujuan, salah satunnya, membangun ekosistem kebudayaan di dalam penyelenggaraan festival atau kegiatan budaya,” ujar Hilmar Farid.

Selain itu, Platform Indonesiana juga mengajak para stakeholder di bidang kebudayaan untuk merubah orientasi pola pikir, dari bisnis kebudayaan menjadi mengedepankan nilai yang terkandung di dalamnya, seperti yang disampaikan oleh Heru Hikayat. “Platform Indonesia mengajak para penyelenggara untuk berorientasi tidak hanya pada produk tapi juga pada nilai-nilai yang terkandung di dalam festival budaya yang diselenggarakan, dan juga memaksimlkan hubungan atau informasi yang ada di antara masyarakat penyelenggara festival supaya saling terhubung,” jelas Heru Hikayat.

Membawa Dampak Positif

Bupati Lebak, Banten, Iti Octavia adalah satu dari pemimpin daerah yang merasakan dampak positif dari keikutsertaan dalam Platform Indonesiana. Pada tahun pertama pelaksanaan platform ini, Lebak menjadi salah satu kabupaten penyelenggara yang tergabung di dalam Indonesiana melalui Festival Seni Multatuli. Iti Octavia mengungkapkan hasil dari Festival Seni Multatuli di Lebak.

“Platform Indonesiana sangat mendukung kami dalam upaya terciptanya penyelenggaraan Festival Seni Multatuli yang berhasil. Tercatat pelonjakan jumlah wisatawan lokal dan mancanegara yang drastis selama pelaksanaan kegiatan festival. Hal ini sangat berdampak baik bagi Lebak, bukan hanya terkait publikasi semata namun juga dar sisi ekonomi,” ungkap Iti Octavia.

Informasi tentang budaya Indonesia juga turut mengalami peningkatan. Hal ini disampaikan oleh Yovita Erika pada kesempatan yang sama. “Melalui Platform Indonesiana justru mendukung konten kebudayaan Indonesia lebih kaya lagi dan juga mengajak masyarakat untuk memahami dan mengerti tentang keanekaragaman budaya di Indonesia,” tukas Yovita Erika.

Pada tahun 2019 mendatang, Platform Indonesiana dipastikan akan lebih semarak lagi. Tercatat 20 festival/kegiatan budaya terkonfirmasi akan terlibat di dalam dukungan Platform Indonesiana.

TINGGALKAN KOMENTAR