Seleksi Tim Sekretariat World Culture Forum 2019

0
8098
World Culture Forum 2019

Jakarta – Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka kesempatan untuk mengikuti seleksi Tim Sekretariat Permanen World Culture Forum 2019. Seleksi terbuka ini diperuntukkan untuk mencari anggota tim sekretariat, masing-masing berjumlah 1 (satu) orang yang akan bertugas sebagai Tenaga Terampil Administrasi dan Admin Clerical – International Affairs.

Adapun persyaratan yang dibutuhkan sebagai berikut:

  1. Usia maksimal 30 tahun;
  2. Mempunyai pengalaman kerja minimal 1 tahun
  3. Memiliki pengalaman berorganisasi di bidang kebudayaan;
  4. Lulusan minimal S1 semua jurusan ;
  5. IPK minimal 3,00 ;
  6. Memiliki skor TOEFL 500 ;
  7. Menguasai Ms. Office;
  8. Mampu berkomunikasi dengan baik;
  9. Mampu bekerja dibawah tekanan;
  10. Teliti, rajin, cekatan dan inisiatif;
  11. Berdomisili di Jabodetabek.

Berkas lamaran dikirim dalam 1 (satu) file PDF berukuran maksimal 1 MB yang terdiri dari:

  1. Surat lamaran kerja yang ditujukan kepada Sekretaris Direktorat Jenderal
    Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
  2. Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae/Resume);
  3. Pas foto warna terbaru ukuran 4×6 cm;
  4. Ijazah terakhir dan transkip nilai;
  5. Sertifikat TOEFL yang masih berlaku.

dapat dikirimkan melalui alamat surel kerjasama.setditjenbud@kemdikbud.go.id paling lambat Kamis, 13 Juni 2019 pukul 12.00 WIB (siang) dengan Subject: Lamaran World Culture Forum 2019.

Informasi lengkap dapat dilihat di sini.

World Culture Forum

World Culture Forum (WCF) merupakan platform kerja bersama tingkat dunia yang digagas Indonesia sejak 2013 dan diselenggarakan tiap tiga tahun sekali. Melalui WCF, Indonesia turut berperan aktif sebagai pembangun platform tempat dunia membahas berbagai kemajuan di seputar agenda pengarusutamaan kebudayana. Pada WCF 2013 dan 2016 yang diselenggarakan di Bali telah disepakati dua resolusi, yaitu Bali Promise dan Bali Declaration.

Penyelenggaraan WCF 2019 akan menjadi platform bersama yang memfasilitasi dialog, pertukaran pengalaman (best practices) dan perencanaan aksi bersama antar pelaku dan pemangku kepentingan bidang budaya, khususnya angkatan muda, dari seluruh dunia dalam mengusahakan pengarusutamaan kebudayaan di era Revolusi Industri 4.0.

TINGGALKAN KOMENTAR