Konferensi Pers Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi Tahun 2014

0
565

Jakarta. Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan Konferensi Pers Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi 2014. Panitia sejak bulan Febuari 2014 telah mengirimkan surat kepada seluruh Pemda Diknas, Dikbud, dan atau Budpar, UPT, komunitas budaya, lembaga bahasa, dan sejumlah media sebagai upaya mengumpulkan para kandidat penerima penghargaan.

Penghargaan Maestro Seni Tradisi 2014 ini dibagi ke dalam dua penghargaan yaitu penerima Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi. Terdapat 3 kategori untuk penerima Anugerah Kebudayaan yaitu kategori Anugerah Seni, Pelestari dan Pengembang Warisan Budaya, dan kategori Anak/Pelajar/Remaja, Penghargaan Maestro Seni Tradisi dalam hal ini ditujukan kepada mereka yang secara konsisten melestarikan karya seni budaya yang langka dan nyaris punah yaitu untuk Seni Pertunjukan Musik Tari, Baidjuri Tarmuzi; Seni Tutur (Dideng), Jariah; Seni Tari Suku Sahu, Missy Ano; Sastra Lontar Sasak, Nari (Amaq Mini), Seni Pertunjukan, Rohaya; Seni Tari, Teater, dan Seni Ukir, Salmon Oropa; Pencak Silat, H. Sanusi; Seni Pertunjukkan (Koba), Taslim bin Faham.

“Kriteria para penerima penghargaan antara lain adalah WNI; usia 20 tahun atau lebih; membagikan atau mewariskan nilai budaya; diakui atau dianggap mengembangkan atau melestarikan budaya; unik, khas, langka; pelopor dalam bidangnya; memiliki prestasi menonjol baik lokal, nasional, internasional, berpengaruh positif, bukan pns,” ujar Romo Muji sebagai salah satu perwakilan tim penilai yang beranggotakan 25 orang.

IMG_1951 (640x438)

Dalam konferensi ini Dirjen Direktorat Kebudayaan, Prof. Kacung Marijan, berkesempatan untuk memberikan sambutan. “Penganugerahan ini adalah upaya Pemerintah untuk menghargai para budayawan dan seniman yang sudah berkorban dan tulus hati menyumbangkan segala ide dan pikirannya untuk memperkaya budaya Indonesia. SElain itu penghargaan ini juga untuk mereach para budayawan dan seniman yang memang unreachable dari khalayak” ujar Kacung Marijan.

Reward dari penganugerahan ini sealain uang dan penghargaan, bagi para maestro diberikan pula tunjangan perbulan selama hidup mereka.

IMG_1946 (640x427)

Penganugerahan ini akan disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh pada hari Jumat, 3 Oktober 2014 bertempat di Gedung Pusat Perfilman, H. Usmar Ismaill, Kuningan, Jakarta. Pada hari itu juga akan dilaksanakan pameran tentang profil para penerima penghargaan dan hasil karya mereka.

Artikel SebelumnyaPenyerahan Sertifikat UNESCO dan Pembukaan Pameran Perjalanan Warisan Budaya Dunia
Artikel BerikutnyaNOMINATOR LOMBA CIPTA SENI BATIK NUSANTARA 2014