Objek Arkhaik Heri Dono Kritisi Situasi Masa Kini

0
1124
Heri Dono - Born and Freedom
Heri Dono (1960), Born and Freedom, 2004, kayu, akrilik, cat, rantai plastik, perangkat elektronik, dimensi bervariasi.

Sejumlah karya koleksi negara yang memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan seni rupa Indonesia, khususnya seni rupa modern dan kontemporer dipamerkan Galeri Nasional Indonesia dalam Pameran Tetap Koleksi Galeri Nasional Indonesia. Penataan karya pameran ini didasarkan pada periodisasi perkembangan sejarah seni rupa modern dan kontemporer Indonesia, mulai era 1800-an hingga sekarang. Karya-karya tersebut selain mengusung nilai-nilai sejarah, juga memunculkan ciri ekspresi seni seniman pembuatnya.

Seperti melalui karya “Born and Freedom”, dapat dilihat ciri ekspresi seni seniman pembuatnya yaitu Heri Dono. Heri dikenal sebagai perupa kontemporer Indonesia yang dalam karya-karyanya banyak menggabungkan idiom-idiom tradisi seperti wayang dan benda-benda arkhaik dengan bentuk-bentuk dan problem masa kini. Dengan penggabungan yang aneh dan muskil pada objek-objeknya, sering muncul berbagai makna yang satiris dan paradoksal. Berbagai ungkapan tersebut merupakan respons dan sikap kritis Heri yang intens pada kondisi dunia yang “sakit”. Dengan deformasi yang brutal, objek-objek yang ditampilkannya sering mengungkapkan kritik dan parodi terhadap situasi masa kini, seperti isu-isu politik dan kebudayaan yang sedang aktual.

Hal tersebut juga diusung Heri dalam karya “Born and Freedom” yang dibuat pada tahun 2004. Karya instalasi ini menampilkan jajaran lima pasang figur menyerupai burung dengan mesin tertanam pada dadanya, sedangkan warna tubuhnya memancarkan ekspresi kusam arkais. Pada kelima figur tersebut, mengait rantai yang menghubungkan dengan binatang-binatang berekspresi kusam arkais pula, dengan roda-roda sebagai kaki belakangnya. Figur-figur hibrid ini lahir sebagai makhluk mitologis yang menggabungkan dunia masa lalu dengan teknologi masa kini, sekaligus menantang kebebasan dunia masa kini.