Ketika Seniman Polandia Bicara

0
923
Suasana Pameran "Social Design for Social Living" di Gedung A Galeri Nasional Indonesia

Selasa malam, 28 Juni 2016, Pameran Social Design for Social Living telah resmi dibuka oleh Duta Besar Polandia untuk Indonesia, Tadeusz Szumowski, didampingi Kepala Galeri Nasional Indonesia, Tubagus ‘Andre’ Sukmana. Pameran yang merupakan hasil kerjasama Galeri Nasional Indonesia dengan Centre for Contemporary Art Ujazdowski Castle Warsaw, dan Fundacja Sztuka i Współczesność, merupakan salah satu bentuk pameran kerjasama internasional yang diselenggarakan Galeri Nasional Indonesia.

Social Design for Social Living mengusung konten residensi artistik dan penelitian, kegiatan-kegiatan kesenian yang meliputi irisan antara seni visual, desain dan arsitektur serta pameran. Berbeda dengan pameran pada umumnya, pameran ini lebih fokus pada interaksi antara seniman beserta karyanya dengan pengunjung. Seperti yang terdapat di ruang pamer Gedung A Galeri Nasional Indonesia, pengunjung bebas berekspresi dan berkreasi dengan merespon karya Iza Rutkowska yang berupa bantal-bantal alfabet warna-warni berukuran besar. Pengunjung diwajibkan melepas sepatu untuk dapat bebas bermain-main dengan bantal-bantal yang diletakkan di atas karpet. Tak jarang kesempatan itu juga dimanfaatkan pengunjung untuk berswa foto.

Begitu juga dengan karya Adam Gruba berupa topi khas kompeni atau topi demang. Ia mewarnai, menambahkan hiasan atau aksesori di sana-sini sehingga topi tersebut tampak artistik. Di sini, disediakan topi-topi putih yang masih polos dan cat akrilik sehingga pengunjung dapat menghias topi-topi tersebut.

Selain itu, pengunjung juga dimanjakan dengan bioskop mini yang menayangkan film-film pendek dengan mengusung isu-isu sosial. Ada pula karya-karya video art.

Tak hanya kesenangan yang disuguhkan, kurator pameran ini Marianna Dobkowska dan Krzysztof Lukomski serta beberapa seniman peserta pameran yang datang langsung dari Polandia juga siap siaga di dalam ruang pamer untuk berinteraksi sekaligus bertukar pikiran secara langsung dengan para pengunjung. Hal tersebut merupakan kesempatan berharga bagi pengunjung untuk menggali informasi mengenai konten pameran.

“Kami ingin membuat karya-karya dari para seniman Polandia, program penayangan, kuliah tentang perfilman dan program-program lain yang terbuka untuk umum sebagai titik awal untuk berdiskusi tentang jalan di mana seni bisa menjadi alat untuk membangun komunitas dalam berbagai cara yang berbeda dan di tempat-tempat yang jauh. Struktur dan materi pameran dan rangkaian aktivitas di Galeri Nasional Indonesia, serta daftar para peserta dan rekan kerja adalah hasil dari banyak perjalanan dan perbincangan, proses dari pengakuan bersama dan kolaborasi yang intim. Banyak pertemuan, eksplorasi dan penemuan yang menggembirakan telah berkontribusi ke pameran ini. Dan kami berharap pameran ini akan menjadi ruang untuk banyak pertemuan di masa mendatang,“ papar Marianna Dobkowska dan Krzysztof Lukomski.

Social Design for Social Living menyajikan karya-karya dari 16 seniman Polandia, berkolaborasi dengan Jatiwangi Art Factory, Serrum, dan para mahasiswa dari Jakarta. “Hal tersebut merupakan suatu kolaborasi unik yang tidak hanya akan menambah warna perkembangan seni rupa di kedua negara, melainkan juga merupakan media untuk mempererat persahabatan Indonesia dan Polandia,” tutur Tubagus ‘Andre’ Sukmana.

Pameran Social Design for Social Living berlangsung mulai 28 Juni hingga 22 Juli 2016. Selain pameran, perhelatan ini juga dilengkapi dengan workshop, bincang seni, kuliah film, dan aktivitas lainnya di ruang publik yang melibatkan para seniman dari Polandia bekerja sama dengan para seniman, musisi jalanan, komunitas seni, dan mahasiswa Indonesia.

*dsy/GNI