Ini Dia Gelaran Keempat Jakarta Contemporary Ceramics Biennale di Galeri Nasional Indonesia

0
926
JCCB-4 akan segera digelar di Galeri Nasional Indonesia

Gelaran keempat Jakarta Contemporary Ceramics Biennale (JCCB-4) akan segera dihelat di Galeri Nasional Indonesia. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, perhelatan seni keramik kontemporer dua tahunan (biennale) yang terbesar di Asia Tenggara kali ini mengangkat tema “Ways of Clay: Perspectives Toward the Future”.

Dikuratori Nurdian Ichsan dan Rizki A. Zaelani, Ways of Clay: Perspectives Toward the Future berusaha menafsirkan sejarah sebagai perspektif dalam memahami praktik seni keramik ke depan. Sejarah dalam konteks JCCB-4 bukan hanya sejarah seni keramik sebagai sebuah disiplin, melainkan dipahami juga sebagai sejarah penggunaan material lempung dan media keramik dalam praktik seni rupa. Dengan kata lain, lempung dan keramik dipisahkan terlebih dahulu dari beban kategoris dirinya. Kenyataan historis menunjukkan penggunaan material lempung dan media keramik tidak bisa dibatasi oleh pengelompokan kategoris objek estetik yang dibentuk pada masa seni modern. Bahkan, hingga kini lempung dan keramik selalu menarik perhatian perupa dari berbagai latar belakang. Warisan sejarah inilah yang menjadi premis JCCB untuk selalu melibatkan peserta dari latar belakang bukan pekeramik.

“Ways of Clay: Perspectives Toward the Future” hendak memahami hubungan antara gagasan seniman dan cara ekspresi, di mana perspektif terhadap material dan media memengaruhi proses kreasi serta apresiasi sebuah praktik seni. “Status” merupakan gambaran kondisi dan keadaan praktik seni keramik, namun serta merta mengandung pengertian politis ketika dihadapkan dalam lingkup sejarah, teori, dan wacana seni rupa. Menariknya, praktik seni keramik sejak awal mengandung aspek paradoks dalam berbagai level pemahaman sebagai material, media, dan objek. Seperti ephemeral-permanen antara lempung-keramik; rural-kosmopolit antara kerajinan keramik dan desain keramik; atau ekslusifitas-massal antara karya kriya dan produk pabrik. Paradoks inilah yang menyebabkan praktik seni keramik selalu berada dalam kondisi yang tidak stabil, namun juga fleksibel dan mengandung mobilitas. Secara kontinum, perubahan dan paradoks tersebut telah menjadi bagian dari kesadaran seniman keramik hingga hari ini. Menariknya, justru sifat paradoks ini yang menyebabkan praktik seni keramik bertahan dan menjadi bagian dari zeitgeist seni itu sendiri.

Kini ketika seni didominasi oleh media berbasis digital, di satu sisi praktik seni keramik menjadi bagian dengan memanfaatkan kemungkinan teknologi sebagai bagian dari ekspresi seni. Namun di sisi lain ia menjadi antitesis dunia virtual, ketika lempung kini makin dipahami sebagai material eksperential, maka praktik seni keramik adalah pengalaman tentang materialitas yang menawarkan jalan untuk kembali ke realitas.

JCCB-4 akan menampilkan karya-karya dari 41 seniman yang berasal dari 20 lebih negara. 20 seniman diantaranya mengawali dengan program residensi mulai Agustus hingga November 2016 di perguruan tinggi dan studio seni rupa di Bandung, Majalengka, Yogyakarta, dan Bali. Sedangkan 41 lainnya merupakan seniman nonresidensi. Pameran ini akan dibuka pada Rabu malam, 7 Desember 2016. Publik dapat menikmati gelaran ini secara cuma-cuma hingga 22 Januari 2017, mulai pukul 10.30 hingga 18.00 WIB, di Gedung A, B, dan C Galeri Nasional Indonesia.

Selain pameran, JCCB-4 juga dilengkapi dengan serangkaian pameran, diantaranya adalah Seminar Ways of Clay: Perspective Toward the Future; Artists Talk, Ceramic Sharing and Presentation; Gallery Tour; Interaktif Performance (Gallery); dan Ceramic Workshops by Ganara Art Space. Ada juga keramik-keramik pilihan nan unik yang disediakan dalam Kelontong Keramik, sebuah toko souvenir keramik yang digagas oleh 17 studio keramik dari Jakarta dan Bandung. Kelontong Keramik buka pada 8 Desember 2016 hingga 22 Januari 2017, pukul 09.00 – 17.00 WIB, di Art Shop Galeri Nasional Indonesia.

Unduh Press Release versi bahasa Indonesia JCCB-4 di sini

Unduh Press Release Versi Bahasa Inggris JCCB-4 di sini

*dsy/GNI