Perancang Masjid Istiqlal, Friedrich Silaban Unjuk Karya di Galeri Nasional

0
973
Friedrich Silaban agenda
Galeri Nasional segera menggelar karya-karya arsitektur Friedrich Silaban

Arsitek senior Friedrich Silaban akan segera menampilkan karya-karyanya di Galeri Nasional Indonesia dalam Pameran “Friedrich Silaban, Arsitek 1912 – 1984”, pada 7–24 November 2017. Pameran ini merupakan hasil inisiasi Pusat Dokumentasi Arsitektur bekerja sama dengan arsitekturindonesia.org, serta didukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI khususnya Direktorat Sejarah dan Galeri Nasional Indonesia.

Dikuratori Setiadi Sopandi & Avianti Armand, sebanyak 243 objek yang merupakan karya-karya Friedrich Silaban akan ditampilkan dalam pameran ini. Diantaranya terdiri dari gambar-gambar asli dari belasan karya arsitektur, foto-foto asli, berbagai dokumen dan obyek asli dari arsip F. Silaban, Bogor, termasuk arsip karya arsitekturnya yang paling dikenal yaitu Masjid Istiqlal di Jakarta.

Friedrich Silaban (1912-1984) adalah arsitek kenamaan Indonesia yang aktif berkarya sejak masa akhir penjajahan Belanda hingga pada akhir dekade 1970. Karya-karya puncaknya kebanyakan dihasilkan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno yang meliputi bangunan-bangunan institusi kenegaraan dan berbagai monumen publik di Jakarta dan di berbagai kota besar di Indonesia. Selain Masjid Istiqlal, F. Silaban juga merancang gedung Bank Indonesia di Jalan Thamrin, Jakarta, Gedung Pola di Jalan Perintis Kemerdekaan, BNI 46 Jalan Lada di Kota Tua, Jakarta, Monumen Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng, Jakarta, dan berbagai bangunan lainnya. Banyak juga karyanya yang tidak selesai maupun tidak terbangun di kawasan Jakarta, seperti Tugu Nasional, Kementerian Luar Negeri di Jalan Medan Merdeka Timur, Teater Nasional di Jalan Medan Merdeka Barat, Kejaksaan Agung di Blok M, Markas Besar Angkatan Udara di Pancoran, dan lain sebagainya.

Dalam pameran yang didukung ini, publik dapat mengapresiasi jejak Friedrich Silaban melalui karya-karyanya yang fenomenal. Selain itu, pameran ini juga untuk mempelajari, melestarikan, serta menyiarkan pengetahuan yang terkandung dalam catatan kehidupan dan karir arsitek Friedrich Silaban.

*dsy/GNI

 

Lihat juga:

Agenda Pameran “Friedrich Silaban, Arsitek 1912 – 1984”

TINGGALKAN KOMENTAR