Dubes Australia Serahkan 2015 ICOM Australia Award untuk Galeri Nasional

0
730

Notice: Trying to get property 'roles' of non-object in /home/website/web/kebudayaan.kemdikbud.go.id/public_html/wp-content/plugins/wp-user-frontend/wpuf-functions.php on line 4663
Malam Penganugerahan 2015 ICOM Australia Award untuk Galeri Nasional Indonesia
Malam Penganugerahan 2015 ICOM Australia Award di Galeri Nasional Indonesia

Galeri Nasional Indonesia menerima penghargaan 2015 International Council of Museum (ICOM) Australia Award atas suksesnya pameran senirupa yang diinisiasi oleh Galeri Nasional Indonesia, yaitu Masters of Modern Indonesian Portraiture di National Portrait Gallery, Canberra–Australia, pada 20 September–15 Oktober 2014. Pameran tersebut menampilkan 36 karya dari 26 perupa Indonesia. Beberapa diantaranya merupakan karya maestro sekaligus koleksi Galeri Nasional Indonesia seperti Affandi, Agus Djaja, Basoeki Abdullah, Hendra Gunawan, Ivan Sagita, S. Sudjojono, dan perupa kenamaan lainnya. Dipamerkan pula karya para perupa kontemporer Indonesia seperti Budi Kustarto, Herdé, I Wayan Suja, Kokok P.    Sancoko, dan lain-lain.

2015 ICOM Australia Award diserahkan langsung oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, kepada Direktur Jenderal Kebudayaan, Kacung Marijan, pada Senin malam, 24 Agustus 2015 di Gedung B Galeri Nasional Indonesia.

Grigson berterima kasih kepada Galeri Nasional Indonesia atas pameran yang memberi kesempatan kepada publik Australia untuk menyaksikan karya maestro Indonesia. “Ini adalah koleksi pertama dari Galeri Nasional Indonesia yang dipamerkan di Australia dan memberi satu kesempatan langka bagi pecinta seni untuk melihat kekayaan bakat dan karya seni potret Indonesia,” ucap Grigson. Hal ini ditanggapi secara positif oleh Kacung Marijan. “Kerjasama ini merupakan kerjasama yang baik antara Indonesia dan Australia, terutama dalam hal budaya,” ujarnya.

Pertukaran seni–budaya antara Indonesia dan Australia dituturkan Kepala Galeri Nasional Indonesia, Tubagus ‘Andre’ Sukmana, telah berlangsung lama. Australia pertama kali mengapresiasi karya seni dan perupa Indonesia pada 1989, kemudian berlanjut pada tahun-tahun berikutnya hingga sekarang. Kerjasama antarnegara tersebut juga akan berlanjut di tahun depan. “Galeri Nasional Indonesia dengan National Portrait Gallery akan bekerja sama kembali dalam bentuk Workshop Capacity Building pada 2016 mendatang,” kata Andre.

*dsy/GNI