Direktorat Pelindungan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek RI melaksanakan kegiatan Evaluasi dan Persiapan Penerbitan Hasil Ekspedisi Sungai Batanghari di Jakarta, (18/11/22).

Kegiatan Ekspedisi Sungai Batanghari dilaksanakan pada 11 hingga 21 Juli 2022 waktu lalu, kegiatan tersebut fokus pada observasi warisan budaya di sepanjang daerah aliran Sungai Batanghari serta menganalisis permasalahan pelindungan kebudayaan yang ada di sekitarnya.

Pada kegiatan Evaluasi dan Persiapan Penerbitan Hasil Ekspedisi Sungai Batanghari dihadiri oleh Irini Dewi Wanti selaku Direktur Pelindungan Kebudayaan, Hilman Handoni selaku narasumber, Dewi Kurnianingsih (Koordinator Kelompok Kerja Inventarisasi dan Pengelolaan Sistem), Dewi Yuliyanti (Sub Koordinator Inventarisasi Data Warisan Budaya) , Safei (Sub Koordinator Pengelolaan sistem), Kayato Handani (Pamong Budaya Dit Pelindungan Kebudayaan), Albertus Napitupulu (Pamong Budaya Dit Pelindungan Kebudayaan), Perwakilan Peserta Ekspedi Sungai Batanghari, dan Staf Kelompok Kerja Inventarisasi dan Pengelolaan Sistem.

Irini Dewi Wanti mengatakan Kegiatan Ekspedisi Sungai Batanghari mendapatkan apresiasi dari masyarakat, Pemerintah Daerah, dan Direktur Jenderal Kebudayaan.
Irini juga menambahkan Kegiatan ini untuk pendataan potensi data cagar budaya di aliran sungai batanghari sehingga output yang didapatkan adalah data yang dapat memberikan manfaat kepada masayarakat salah satunya produk terbitan edisi khusus Ekspedisi Sungai Batanghari.

Dewi Kurnianingsih mengatakan “Penerbitan Buku Ekspedisi Sungai Batanghari akan diterbitkan di awal Tahun 2023”.
Hilman Handoni juga mengatakan “bahwa alternatif publikasi Ekspedisi Sungai Batanghari intinya dari satu cerita bisa di transmisi ke berbagai media seperti video atau buku”.

Data baru cagar budaya dan Objek Pemajuan Kebudayaan yang ditemukan dapat diekspos dengan baik, ke depannya menjadi kebijakan pengembangan oleh peneliti dalam riset lebih mendalam lagi dan juga menginspirasi kepada stakeholder untuk dikembangkan lebih luas lagi, ucap Irini Dewi Wanti.

Salah satu peserta Ekspedisi Sungai Batanghari berpendapat kiranya kegiatan serupa ini dapat dilaksanakan kembali di tahun mendatang.

Kontributor : Urusan Dokumentasi dan Publikasi Dit Pelindungan Kebudayaan