Workshop Pendukungan Pengelolaan Warisan Budaya Takbenda

0
760

Workhop Pendukungan Pengelolaan Warisan Budaya Takbenda diselenggarakan di Yogyakarta, pada tanggal 5-8 November 2014. Kegiatan ini merupakan pertemuan periodik ke-2 untuk perencanaan pengelolaan dan pembinaan –dua sampai lima tahun ke depan—warisan budaya takbenda yang sudah terdaftar dalam Intangible Cultural Heritage UNESCO, yaitu batik, wayang, keris, angklung dan noken. Kegiatan ini memang sudah menjadi agenda tetap Dirktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai bentuk tanggung-jawab pemerintah atas konsekuensi yang harus dilakukan terhadap warisan-warisan budaya yang telah diakui UNESCO.

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah para stakeholder dari masing-masing warisan budaya takbenda, untuk menyusun kegiatan bersama yang akan difasilitasi oleh DINDB dengan tujuan pelestarian dan pembiayaannya. Masing-masing stakeholder warisan budaya takbenda mengajukan programnya. Memaparkan permasalahannya. Diskusi cukup intens terjadi untuk menjaring masukan-masukan. Namun secara umum harus diakui, program-program yang diajukan para stakeholder masih bersifat parsial. Fragmentaris. Belum dirancang dalam konsep yang padu dan utuh. Kebanyakan juga masih berupa even atau acara. Bidang kajian, misalnya, adalah program yang paling sedikit diajukan, padahal itu merupakan titik tolak yang penting, sebagai dasar untuk penyusunan kegiatan lain selanjutnya. DINDB tampaknya memang harus memiliki frame dan format pokok sebagai acuan para stakeholder, agar dapat menyusun program kegiatannya dalam konsep dan rancangan yang padu, utuh dan terarah. Yang meliputi kesatuan program kajian, pengembangan atau pembinaan serta pemanfaatannya.