Upacara Tawur Kesanga Yogyakarta

0
1552

Tawur Agung (Kesanga) dilaksanakan sehari menjelang Nyepi yang jatuh tepat pada Tilem Sasih Sesanga. Pecaruan atau Tawur dilaksanakan pada waktu tepat tengah hari. Filosofi Tawur artinya membayar atau mengembalikan yang artinya adalah sari-sari alam yang telah dihisap atau digunakan manusia. Sehingga terjadi keseimbangan maka sari-sari alam itu dikembalikan dengan upacara Tawur/Pecaruan yang dipersembahkan kepada Bhuta sehingga tidak mengganggu manusia melainkan bisa hidup secara harmonis (butha somya). Upacara Tawur Agung di Candi Prambanan dilaksanakan oleh seluruh umat Hindu yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah. Upacara ini merupakan salah satu rangkaian upacara dalam menyambut Hari Raya Nyepi atau Pergantian Tahun Baru Caka, dilaksanakan sehari sebelum perayaan Hari Raya Nyepi setiap satu tahun sekali, dan bertujuan untuk menjaga keharmonisan antara Buana Agung (alam semesta) dengan Buana Alit (umatmanusia). Rangkaian Upacara Tawur Agung di Candi Prambanan diawali dengan Prosesi Mendak Tirta (mengambil air suci) yag diambil dari sumber mata air di kawasan Keraton Ratu Boko, dilanjutkan dengan Mendak Tirta di Candi Siwa, Candi Brahma, dan Candi Wisnu. Prosesi Mendak Tirtaini dilanjutkan dengan Pradaksina yaitu mengelilingi Candi Siwa sebanyak 3 kali kearah kanan (searah dengan jarum jam). Setalah melaksanakan Pradaksina, Tirta (air suci) dibawa ke Pelataran Candi Prambanan tempat Upacara Tawur Agung berlangsung. Pelaksanaan Upacara Tawur Agung di Pelataran Candi Prambanan dipimpin oleh seorang pendeta didampingi oleh para wasi. Dilaksanakan pada siang hari atau matahari tepat berada di atas kepala.

 

Sumber : Katalog WBTB 2018 Buku 1