Upacara Buka Cupu Kyai Panjala (2)

0
1031

Tradisi Upacara Pembukaan Cupu Panjala adalah merupakan tradisi membaca tanda yang muncul pada lembaran-lembaran kain pembungkus Cupu Panjala yang dibuka oleh ahli waris dari keluarga trah Panjala, selanjutnya kondisi Cupu akan dilihat disaksikan oleh para pengunjung. Selama prosesi membuka kain pembungkus Cupu Panjala lembar demi lembar dilihat, dicermati baik kondisi kain atau ada tanda-tanda yang berupa bercak gambar atau adanya benda asing yang berada dalam lembaran-lembaran kain tersebut. Selanjutnya tanda- tanda yang ada di dalam setiap lembaran kain tersebut dibaca dan disampaikan oleh Juru Kunci Cupu Panjala. Tanda-tanda tersebut diyakini sebagai ramalan jaman atau tanda-tanda jaman dianggap muncul dari kekuatan gaib Cupu Panjala, yang merupakan pesan dari Sang Maha Pencipta melalui kekuatan gaib-Nya. Ramalan jaman yang muncul dari lembaran kain pembungkus Cupu Panjala merupakan sesuatu yang harus disampaikan oleh keluarga pewaris Cupu Panjala kepada masyarakat luas, ramalan jaman tersebut merupakan sebuah persepsi yang sangat ditunggu dan dinantikan oleh pengunjung.

Fungsi dari Upacara Pembukaan Cupu Panjala sebagai media untuk menghubungkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya diberikan berkah dan kesuburan, terkait dengan musim tanam tiba, upacara ini juga berfungsi sosial, yaitu sebagai kegiatan sosial kemasyarakatan untuk membina solidaritas antara masyarakat dalam berinteraksi. Selain itu, Upacara Pembukaan Cupu Panjala berfungsi sebagai tradisi yang telah mendarah daging dalam masyarakat Dusun Mendak-Girisekar, Kabupaten Gunungkidul dan diyakini sebagai ramalan jaman tersebut merupakan sebuah persepsi. memberikan petunjuk-petunjuk tentang kejadian yang akan terjadi, sehingga masyarakat dapat lebih waspada. Upacara Pembukaan Cupu Panjala dapat berfungsi sebagai 1). Sebagai sarana proyeksi masyarakat 2). Sebagai alat pendidikan. 3). Sebagai pengawas norma-norma. 4). Sebuah pengalaman agar lebih bertindak hati-hati.

Upacara adat Cupu Panjala mengajarkan nilai-nilai penting kepada diri sendiri dan masyarakat pemilik upacara ini. Nilai gotong royong diajakarkan sebagi pilar-pilar kehidupan bermasyarakat desa ini. Nilai-nilai edukasi berbasis ketuhanan diajarkan kepada masing-masing pribadi sebagai bagian pembelajaran dan pengingat diri sebagai makhluk sosio-religius.

Bertempat di Padukuhan Mendah, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang. Hari Senin Wage malam Selasa Kliwon Rejeb. Upacara membuka benda yang bernama Cupu Panjala yang di bungkus kain putih yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan. Pembukaan kain itu untuk mengetahui gejala-gejala yang erat kaitannya dengan masalah pertanian. Hasil tahun yang akan datang dan sambaran-sambaran secara nasional yang diyakini dan dianggap keramat oleh masyarakat sekitar. Pelaku upacara adalah keturunan Ki Panjala diikuti/disaksikan masyarakat sekitar.

 

Keterangan

Tahun :2019

Nomor Registrasi :201900969

Nama Karya Budaya :Upacara Buka Cupu Kyai Panjala

Provinsi :DI Yogyakarta

Domain :Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-Perayaan

Sumber: Website Warisan Budaya Takbenda

TINGGALKAN KOMENTAR