Upacara Besale

0
1650

Besale adalah sebuah upacara yang dilaksanakan untuk pengobatan bagi Suku Anak Dalam (SAD) Batin 9 yang ada di Desa Nyogan Segandi, Kabupaten Muaro Jambi, Prov. Jambi, dibawah pimpinan Pak Kubung (Tumenggung Kubung). Dan juga terdapat di Desa Sengkawang, Kabupaten Batanghari.

Upacara biasanya dimulai dengan persiapan alat-alat pendukung upacara seperti: kemenyan; balai; bertih (bunga yang dibuat dari beras kering yang ditumbuk). Selanjutnya Sang dukun akan membacakan mantera diikuti oleh pengiringnya yang disebut pembayun. Upacara Besale sudah ada bersamaan dengan keberadaan masyarakat Rimba dan hingga saat ini besale masih dilakukan oleh mereka.

Besale adalah upacara atau ritual pengobatan yang dilakukan oleh Suku Anak Dalam Batin 9 di Desa Nyogan Segandi, Kabupaten Muaro Jambi, dan Desa Sengkawang, Kabupaten Batanghari, Prov. Jambi, dibawah pimpinan Pak Kubung (Tumenggung Kubung). Upacara Besale dipimpin oleh seorang dukun dan didampingi oleh pengiring yang disebut pembayung. Dukun akan membacakan mantera sambil berkeliling pemutari balei yang digantung, diiringi oleh pembayung hingga akhirnya memenuhi suasana trance atau menyatunya dukun dengan roh leluhur mereka dan pengobatan pun dimulai.

Pengobatan dilakukan di tempat atau balei yang berbeda sesuai dengan fungsinya, yaitu: Balei Pengasuh adalah tempat pengobatan orang dewasa; Balei Bertajuk Kembang adalah balei yang digunakan untuk pengobatan anak-anak; Balei Akad Sembah digunakan untuk pengobatan penyakit karena ‘guna-guna’; dan, Balei Kisaran Angin yaitu balei yang digunakan untuk pengobatan penyakit berat. Di Balei Kisaran Angin inilah puncak dari semua upacara dan disini mereka menghabiskan atau mengeluarkan seluruh kekuatan dengan menginjak-injak dan berguling-guling di atas bara api, hingga proses pengobatan selesai dan dukun akan disadarkan oleh inang (istri dukun).
Peralatan yang digunakan:
1. Kemenyan (untuk memanggil roh)
2. Barte/ berte, yaitu bunga yang dibuat dari beras yang digongseng dan ditumbuk hingga pipih
3. Balei, yaitu terbuat dari buluh/bambu yang dibuat menyerupai rumah-rumah kecil dan digantung di tempat upacara.