Tenun Serat Gamplong, Khas Yogyakarta

0
708

Kerajinan tenun di Desa Gamplong ini dirintis sejak tahun 1950-an, pada waktu itu pengrajin hanya memproduksi tenun gendong untuk menenun agel atau sejenis bagor. Lalu pada ahun 1953 pengrajin mulai menggunakan alat tenun bukan mesin atau dikenal dengan ATBM, dengan produk yang dibuat berupa serbet, belacu, lurik dan stagen. Namun saat ini, produksi yang dihasilkan oleh pengrajin makin berkembang.

Keahlian penenun yang dimiliki pada masyarakat Gamplong ternyata sudah diperoleh oleh orang tua mereka secara turun menurun. Dulu, para penenun hanya melakukan tenun pada saat menunggu waktu panen. Pada saat musin tanam dan musim panen, para penenun sibuk di sawah mereka masing – masing. Walaupun tidak sedikit yang telah menjadikan kegiatan tenun ini sebagai mata pencaharian mereka.

Kejayaan Dusun Gamplong dahulu, diawali dengan usaha menenun bagor atau karung goni. Usaha tenun karung goni dilakukan warga Dusun Gamplong pada puluhan tahun lalu. Kemudian usaha berkembang dengan menenun stagen dan serbet. Saat ini Dusun Gamplong terkenal dengan kerajinan serat alamnya yang beranekaragam benda ; tas, dompet, taplak, meja atau karpet.

 

 

 

 

Sumber : Katalog Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2018 Buku Satu