Tas Noken (Noken multifunction knotted or woven bag, handcraft of the people of Papua)-sebagai ICH LIST UNESCO dari Indonesia

0
1623

Tas Noken (Noken multifunction knotted or woven bag, handcraft of the people of Papua) masuk dalam ICH LIST UNESCO pada tanggal 4 Desember 2012 dalam kategori “List of Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguard”.

Noken adalah jaring rajutan atau tas tenun buatan tangan dari serat kayu atau daun oleh masyarakat di Provinsi Papua dan Papua Barat Indonesia. Pria dan wanita menggunakannya untuk membawa hasil perkebunan, hasil tangkapan dari laut atau danau, kayu bakar, bayi atau hewan kecil serta untuk belanja dan untuk menyimpan hal-hal keperluan rumah tangga. Noken juga sering dipakai ketika perayaan tradisional, atau diberikan sebagai tanda keselamatan.

Penggunaan Noken dalam beraktifitas

Metode pembuatan Noken bervariasi antara masyarakat, tetapi secara umum, cabang, batang atau kulit pohon kecil tertentu atau semak dipotong, dipanaskan di atas api dan direndam dalam air. Serat kayu yang tersisa dikeringkan kemudian diputar untuk menghasilkan benang kuat, yang kadang-kadang diwarnakan benang tersebut menggunakan pewarna alami. Benang ini diikat dengan tangan untuk membuat tas yang bersih dengan berbagai pola dan ukuran. Proses ini membutuhkan keterampilan, perawatan dan rasa artistik yang sangat besar, dan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk menguasai hal tersebut.

Jumlah orang yang membuat dan menggunakan noken sudah berkurang, hal ini disebabkan oleh banyak faktor yang mengancam kelangsungan hidup dari Noken, termasuk kurangnya kesadaran, melemahnya adat tradisional, penurunan jumlah pengrajin, persaingan dengan tas buatan pabrik, masalah dalam memperoleh bahan baku yang masih tradisional, dan pergeseran nilai-nilai budaya Noken itu sendiri.

(Sumber: www.warisanbudaya.kemdikbud.go.id)

TINGGALKAN KOMENTAR