Sosialisasi Pencatatan Kekayaan Budaya Takbenda Indonesia

0
1459

IMG_7561

Dalam rangka memperkuat identitas bangsa, pemerintah bersama-sama dengan komponen masyarakat terus melakukan berbagai upaya untuk melindungi dan melestarikan budaya indonesia. Salah satu upaya pelindungan terhadap warisan budaya adalah melalui pencatatan/pendataan. Pencatatan kekayaan budaya takbenda Indonesia sebagai bagian dari upaya pelindungan dan pemanfaatan warisan budaya takbenda dapat memantapkan jati diri bangsa, dan juga dapat memperjelas asal usul karya karya budaya yang terdapat di wilayah Indonesia.

Hingga saat ini pencatatan warisan budaya takbenda Indonesia masih terus dilakukan oleh Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta dalam pencatatan Karya Budaya yang ada di sekitarnya. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya pada level pemerintah daerah, Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya melaksanakan kegiatan bertajuk “Sosialisasi Pencatatan Kekayaan Budaya Takbenda Indonesia 2014” yang dilaksanakan di Hotel Milenium, Jakarta Pusat, pada tanggal 14—16 April 2014. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif berbagai pemangku kepentingan di daerah mengenai pentingnya kegiatan pencatatan karya budaya ini melibatkan Dinas Kebudayaan, Taman Budaya dan Museum Daerah dari 34 Provinsi di Indonesia, serta turut pula melibatkan 11 Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Hadir dalam kegiatan ini sebagai pembicara Direktur Jenderal Kebudayaan, Kacung Marijan.  Selain Direktur Jenderal Kebudayaan, kegiatan ini juga diisi Direktur Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Diah Harianti; Perwakilan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM RI, Agung Damarsasongko; Ketua Harian Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Arief Rahman; Ketua Tim Ahli Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Mukhlis PaEni. Hadir pula Yophie Septiadi, sebagai perwakilan dari akademisi; dan Toto Sucipto, Kepala Balai Pelestarian Nilai dan Budaya.