Sikerei, Orang Yang Dipercaya Memiliki Kekuatan Spiritual Oleh Suku Mentawai

0
7433

Suku Mentawai adalah nama salah satu suku yang menetap di Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat. Masyarakat Suku Mentawai terkenal masih tergantung penuh pada alam dan hidup jauh dari peradaban modern. Suku ini dikenal sebagai peramu yang handal. Tradisi yang khas adalah penggunaan Tato disekujur tubuh yang terkait dengan peran dan status sosial penggunanya, selain itu beberapa tradisi dan ritual yang masih dilakukan oleh masyarakat suku Mentawai bisa terbilang unik dan memiliki nilai filosofi hidup yang tinggi, salah satunya adalah tradisi Sikerei. Sikerei adalah orang yang dipercayai memiliki kekuatan spiritual yang tinggi dan kedekatan dengan roh leluhur untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Proses penyembuhan orang sakit biasanya dilakukan oleh sang Sikerei dengan memberikan ramuan obat dan dilanjutkan dengan tarian khusus atau disebut dengan Turuk, tarian ini dipercaya tarian sebagai pemanggilah arwah leluhur. Seorang Sikerei memiliki perilaku yang sangat baik dalam kehidupan, disamping itu sebagai mediator yang bertugas menjaga kelancaran arus komunikasi antara penduduk suku dengan alam para arwah leluhur.

Sikerei atau dukun (medicine man-dukun-tabib), merupakan salah satu dari struktur kemasyarakatan adat Mentawai yang ikut memegang peranan penting. Sikerei bertanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat, Sikerei-lah yang bertugas mencari penyebab dan memusnahkan ketidakselarasan melalui kemampuan ekstase-kondisi ketidaksadaran. Hal ini dilakukan seolah-olah jiwa meninggalkan badan euna terlihat hal-hal luar biasa di luar jangkauan manusia biasa.

Fungsi tato Sikerei melalui motif sibalubalu, sebagai identitas profesi kedukunannya. Motif tersebut terletak di bagian pangkal lengan (bahu). Makna  motif sibalubalu  berwujud gambar bintang, adalah menandakan kesuburan, sebagai pengejawantahan penjaga kesehatan masyarakatnya dari gangguan penyakit dan menjaga roh-roh jahat yang berasal dari sanitu, yaitu setan atau hantu.

Pada struktur kemasyarakatan tentang kedudukan Sikerei (dukun), ditandai melaluimotif tato sibalubalu pada bagian pangkal lengan.Struktur kemasyarakatan dan kepercayaan, menyangkut fungsi tato dengan motif sibalubalu dipakai oleh Sikerei. Motif tersebut terletak pada bagian pangkal lengan, berfungsi sebagai simbol penjaga kesehatan bagi masyarakat dan ini hanya dimiliki Sikerei.  Untuk memperoleh tato dengan motif sibalubalu, hanya bisa didapat melalui “pendidikan” Sikerei, seperti dijelaskan pada bagian tanda kenal dukun. Selain motif tato sibalubalu yang telah dikonvensi oleh masyarakat adat Mentawai, sebagai simbol penjaga kesehatan yang diperankan Sikerei, dalam melakukan upacara pengobatan bagi orang sakit, Sikerei melakukannya  melalui mantra-mantra dalam ritual punen pabetai (pengobatan orang sakit).

Peran sikerei  dalam tatanan masyarakat adat Mentawai sangat dominan. Motif sibalubalu mempunyai kedekatan dengan konsepsi manusia prasejarah, lewat mitos-mitosnya antara lain seperti diungkapkan Vredenberg (1981) bahwa ‘mitos penciptaan ini seluruhnya bernada hubungan seksual serta pembuahan. Memang terdapat versi-versi lain mengenai penciptaan alam sekalipun pokok utamanya tak berubah, yaitu bahwa matahari dan binatang (masing-masing lambang pria dan wanita) bertanggung jawab atas penciptaan manusia’ Selain sebagai lambang kesuburan yang digambarkan melalui motif sibalubalu, ditujukan kepada kaum perempuan yang bertanggung jawab atas perkembangan dan kelangsungan hidup manusia di jagatraya, hal itu memberikan bobot dan tanggung jawab di pundaknya.

Makna tato dengan motif sibalubalu dijadikan sebagai simbol kesehatan, seperti penuturan dan hasil wawancara dari para Sikerei: Motif tato sibalubalu mempunyai hubungan dengan kepercayaan Arat Sabulungan sebagai kepercayaan mereka. Motif tato sibalubaluberdasarkan  mitos masyarakat adat Mentawai, yang memberi pedoman dan arah kepada keyakinan masyarakat, dalam kebijakan kesehatan,  melalui   makna   simbolik   yang   digambarkan   pada   motif sibalubalu.

 

Keterangan

Tahun :2019

Nomor Registrasi :201900828

Nama Karya Budaya :Sikerei

Provinsi :Sumatra Barat

Domain :Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-Perayaan

Sumber: Website Warisan Budaya Takbenda