Sambutan Dirjenbud, Cita Rasa Makanan Indonesia

0
996
Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Ada sebuah pepatah bahwa kita adalah apa yang kita makan. Ini amatlah benar karena makanan merupakan hal yang terdasar dalam keberadaan kita di dunia ini. Makanan juga merupakan inti kekayaan kebudayaan kita yang multi kultur. Boga Indonesia telah dibentuk oleh pengalaman, kenangan dan perjalanan.

Dahulunya dikenal sebagai kepulauan rempah oleh dunia Barat, kepulauan Indonesia menawarkan ragam tradisi kuliner yang mencerminkan kemajemukan orang Indonesia dari tradisi boga yang bersifat khas Indonesia seperti nasi goreng, gado gado sampai dengan boga yang bersifat khas Asia Tenggara seperti sate dan rendang, sesungguhnya tradisi boga Indonesia menawarkan lebih banyak lagi.

Maka tak ada yang lebih tepat dan perlu selain karya William Wongso, seorang chef ternama Indonesia, yang merekam pesona boga Indonesia lewat bukunya berjudul Cita Rasa Indonesia, Keajaiban Boga dari William Wongso. Lewat bukunya Wongso berbagi kesenangan abadinya dan pengetahuannya tentang boga Indonesia sekaligus kenangannya akan tradisi makanan Nusantara yang pernah ia masuki.

Wiliam Wongso dan Hilmar Farid

Dalam buku yang sangat kaya ini, Wongso mengunjungi sekali lagi karir boganya untuk memahami tradisi boga Nusantara. Wongso menjelaskan dengan penuh rinci kekayaan rempah Nusantara yang penting bagi masakan Indonesia. Ia juga membawa kita ke sejumlah pasar tanah air dimana semua keajaiban boga Nusantara bermula sebelum masakan ini menemukan tempatnya ke meja makan keluarga Indonesia.

Makanan amatlah mendasar bagi identitas nasional dan warisan budaya kita. Dalam hal ini, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan amat mendukung Program Boga Indonesia.