Keadaan Alam Papua; Rumah Ekologis Alam Papua

0
5435

Karakter alam dan lingkungan sosial budaya masyarakat tanah Papua sangat beragam apabila dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.

Manusia penghuni alam Papua pada masa lulu telah dimanjakan alam sekitarnya. Untuk menganyam dan merajut noken, dari hutan, orang Papua mengambil seat pohon, kulit kayu, rumput rawa, dan daun pandan untuk baan baku. Hutan juga dimanfaatkan untuk berburu, mengambil kayu bakar dan mehari makanan. Makanan tau kebutuhan pokok telah disiapkan oleh alam dan tinggal mengambil untuk dinikmati dalam kehidupan sehari-hari. Alam tainha Papua adalah rumah makhluk hidup secara ekologis balk penghuni flora, fauna, manusia maupun segala isi alam sekitar lainnya.

Rumah ekologis alam Tanah Papua memiliki iklim hutan hujan tropis atau tropical rain forest di mana pembagian mussif tidak data ditentukan dengan tegas antara music hujan atau kemarau karena pada musim kemarau pun curah hujan pun tetap tinggi. Bagian pantai selatan Papua dipengaruhi oleh Mei hingga November. Sedangkan angin Muson Barat Laut yang bertiup antara bulan Desember dan April memengaruhi bagian utara Papua.

Potensi number days alam secara geologis, terdapat berbagai sumer data mineral tambang, superit tembaga emas, perak, uranium, minyak bumi, bate bara dan lain-lain. Potency alam itu dilatarbelakangi oleh kondisi tanah yang tidak merata namun pengangkatan dan penurunan kulit bumi dengan perbedaan yang cukup signifikan, membuat topografi Papua tidak seimbang merata. Seperti daerah-daerah tepi pantai, banyak terdapat dataran rendah yang sangat luas seria tertutup hutan bakau, terutama di pantai bagian utara yang dikenal dengan lembah sungai mamberamo dan pantai selatan dengan lembah-lembah sungai Agats, Braza, Lourens dan Digul.

Bentangan pegunungan di Papua, terjadi karena pertemuan lempeng bumi dari Pasifik/Australia. Karena adanya pertemuan lempeng bumi dari Pasifik/Australia. karena adanya pertemuan lempeng bumi tersebut, maka tidaklah mengherankan bila Papua memiliki potens alam di bidang pertambangan yang besar, antara lain emas, tembaga,dan perak, penyebarannya berada di sekitar daerah Papua tengah ke ahah timur, sementara minyak bumi lebih banyak berada dikawasan Kepala Burung.

Bentangan alam tainha Papua dari Merauke, Boven Digul, Oksibil, Jayapura sampan Kerala Burung dari Raja Ampat. Fak-fak merupakan satu kesatuan adat yang terdiri dari keragaman potensi budaya dan sumber daya alam yang menjadi gambaran pulau tanah Papua.

Dari alam inilah berbagai coral mata pencaharian hidup di atas kelimpahan potensi sumber daya alam. Tidak kalah pula, potensi budaya dengan warisan mata budaya dalam berbagai komunitas. Dalam kehidupan masing-masing suku bangsa, sudah menjadi tradisi untuk merajut dan menganyam noken. Keragaman terjadi di Tanah Papua menyebabkan satu dan yang lain tidak bisa disamakan tau dipaksa menjadi sama. Di sinilah letak satu kesatuan rumah ekologis makhluk hidup di atas alam Tanah Papua.

Noken disebut menurut kemahiran bahasa suku bangsa noken juga telah dibuat dan dihayati dalam kenyataan hidup sehari-hari, baik dalam sebutan nama noken dalam bahasa daerah dan pemaknaan nokon Papua oleh orang Papua Perajin noken membentuk komunitas noken dalam masyarakat noken dan telah menyatu menjadi ikatan batin internal suku maupun antarsuku bangsa itu sendiri.

 

Titus Pekei. 2011. “Sermon Noken Papua: Perspektif Kearifan Mata Budaya Papuani”. Ecology Papua Institute (EPI).

-Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya-