PENERIMA ANUGERAH KEBUDAYAAN KATEGORI MAESTRO SENI TRADISI: CHAIRUDDIN DAHLAN (2)

0
339
Chairuddin Dahlan bersama Mak Yal Ade Fauzi dan Jamaluddin di Anjungan Sumatera Utara TMII-2018. foto: gapuranews.com

Chairuddin Dahlan yang biasa dipanggil Tok Udin Gendang adalah seorang seniman penabuh gendang kesayangan Guru Sauti. Karena kehebatanya bermain gendang itu pula ia diajak bergabung dengan sauti, mengiringi Tari Serampang Dua Belas di Istana Bogor, juga mengikuti diplomasi budaya ke Beijing dan Moskow. Bahkan ia pernah mendapatkan hadiah gendang dari presiden Sukarno.

Tok Udin Gendang belajar belajar bermain gendang sejak usia remaja, di tahun 1950-an. Ia mulai tampil sebagai profesional tahun 1962 bersama Sauti. “Bakat main gendang saya dari orang tua saya. Ayah saya penabuh gendang melayu. Saya belajar dengan mencontoh ayah bermain, “ tuturnya. Ia pun mendapat dukungan dari keluarganya dalam bermain music Melayu.

Chairuddin Dahlan bersama Mak Yal Ade Fauzi dan Jamaluddin di Anjungan Sumatera Utara TMII-2018. foto: gapuranews.com

Tentang posisi gendang dalam musik Melayu, Tok Udin Gendang mengatakan, gendang merupakan alat music yang paling menonjol dalam musik Melayu. Gendang yang merupakan tempo musik Melayu. Ia mengungkapkan ada macam – macam ritmik gendang melayu, yakni langgam, tempo menari, tempo melenggang, dan serampang Dua Belas. Dalam tari Serempang Dua Belas semua tempo itu disatukan.

Tok Udin Gendang mengatakan tak bias hidup dari musik saja. Untuk menopang ekonomi keluarga , ia bekerja sebagai juru ketik pada Malem Ukur Sembiring (notaris) sejak tahun 1958, dan berhenti pada tahun 1980. Sambil menunggu undangan untuk tampil bermain, Saat ini, ia berusaha mencari penghasilan dengan berjualan di pinggir jalan kecamatan Batangkuis.

Namun kemaestroanya dalam menabuh gendang tak luntur. Ia tetap seorang empu dalam hal menabuh gendang Saat ia tampil di Festival Tari Serampang Dua Belas pada Festival Tari Serampang Dua Belas se-Nusantara III Tahun 2017, di Anjungan Sumatera Utara. TMII, Jakarta. Di sana ia mendapat penghargaan Sebagai maestro gendang melayu.

Pemusik tradisi seperti dirinya tidak banyak lagi. Ia pun risau tak ada lagi penerusya dalam menabuh gendang melayu. Ia tak punya sanggar. “ saya tidak punya uang dan tak punya cukup tenaga lagi mengurus sanggar,” Katanya. Namun ia membuka lebar – lebar pintu rumahnya bagi siapa saja yang mau belajar menabuh gendang. “saya siap mengajar. Yang penting mau datang ke rumah, bawa gendang, saya latih,” tegasnya. Akan tetapi belum ada anak muda yang datang.

Bahkan empu gendang ini juga mau datang ke sekolah – sekolah untuk mengajarkan bermain gendang. Yang penting , katanya, ada sekolah yang mengundangnya. Ia berharap program Tari Serampang Dua Belas masuk sekolah pada masa lampau dihidupkan kembali

Saya khawatir kalau musik melayu ini tidak bisa diwariskan. Jangan sampai musik Melayu itu punah. Saya sudah tua .karena itu budaya ini tidak boleh punah atau diambil orang. Kalau tidak, budaya kita akan hilang,” kata Tok Udin Gendang dengan suara lirih, lalu menghibur hatinya dengan menabuh gendang melayu. Tabuhan seorang empu penabuh gendang melayu.

TINGGALKAN KOMENTAR