Penerima Anugerah Kebudayaan Kategori Anak dan Remaja Tahun 2016, Tusita Mettadevi Jayamangalani S

0
2030

Seni Penting untuk Tumbuh Kembang Anak Bangsa

Tusita Metta devi Jayamangalani Suprapto – lahir di Cirebon, 9 November 1998 – adalah seorang pelukis dan pendongeng muda yang meraih prestasi tingkat nasional dan internasional. Sejumlah penghargaan nasional dan internasional telah digapainya. Dan, kali ini ia mendapat penghargaan berupa Anugerah Kebudayaan 2016 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk Kategori Anak dan Remaja. Tentu saja prestasi yang banyakdiraihnyaitutidakjatuhdari langit.  Sebuah prestasi, menurut Tusita, selalu menuntut pengorbanan. Pengorbanan itu pulalah yang telah dilakukannya. Tusita menegaskan,  anugerah kebudayaan yang tahun ini didapatnya adalah buah dari usaha keras.  “Saya bersyukur atas penghargaan itu karena usaha saya telah berhasil, tidak sia-sia. Ini juga berkat usaha orangtua saya yang terus mendukung, baik secara materi maupun secara moral, lewat prestasi-prestasi yang telah saya lakukan,” katanya.

Ketika masih duduk di TK, ia pernah mengikuti lomba melukis untuk pertama kali. Ia takut tak mendapat juara. Lantas ibunya memberi dorongan dan semangat. “Mama saya selalu bilang, kamu boleh tak juara, tetapi kamu  tetap juara satu bagi mama.  Hal itu memacu saya. Orangtua saya tidak pernah memanjakan saya. Di situlah bantuan yang utama dari orangtua saya. Mungkin tanpa dukungan mereka saya tidak bisa mendapat prestasi yang sekarang saya dapat,” ujarnya.

new-picture-2Ia menuturkan, pengalaman menjadi juara pertama didapatnya ketika mengikuti lomba seni lukis saat masih duduk di TK Kak Seto. Ia kaget mendapat juara pertama. Hal itu memberinya motivasi untuk menekuni dunia seni rupa. Orangtuanya juga mengajarkan berani berkorban bila ingin mendapatkan prestasi. “Ketika kita ingin menjadi orang yang lebih, ingin jadi juara, kita harus memiliki percepatan. Yang selalu saya ingat sampai sekarang, ketika teman-teman saya sedang bermain,  di situlah saya berdoa.  Ketika teman-teman saya berdoa, di situlah saya berlatih. Jadi, saya selalu mempunyai percepatan. Dan, selalu ada yang dikorbankan  ketika kita ingin berprestasi,” paparnya.

Tusita berharap  agar kegiatan melukis dapat diberikan kepada banyak anak dan remaja. “Seni itu merupakan suatu hal yang penting untuk tumbuh kembang anak bangsa Indonesia, di mana seni berperan penting untuk karakter anak bangsa.  Ketika kita melukis, kitamenggunakan perasaan kita untuk mengekspresikan rasayang  ingin kita tuangkan. Lewat itu, anak-anak bangsa bisa menyalurkan atau mengekspresikan perasaannya secara positif, “ terang Tusita mengenai manfaat seni lukis bagi  anak dan remaja.

Tusita yang juga suka mendongeng ketika masih tinggal di Cirebon gemar menggambar naturalis wajah manusia dan binatang-binatang berbulu seperti kucing, anjing dan panda. Melukis detail bulu, menurut dia, merupakan suatu tantangan karena membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Ia merasa tertantang untuk itu.

new-picture-1Remaja ini bercita-cita kuliah di bidang desain. Akan tetapi dunia seni lukis yang kini ditekuninya takkan ditinggalkan.  “Saya juga akan terus menggeluti seni lukis. Saya menekuni seni bukan karena dipaksa, tetapi karena saya suka. Sangat disayangkan kalau tidak menggeluti talenta yang saya miliki ini. Ini bukan hal negatif, tetapi sesuatu positif, dan saya suka,” katanya.  “Saya selalu yakin dengan langkah yang saya ambil. Berkarier di bidang seni mungkin sulit, tetapi selama kita punya kemampuan, saya percaya,” ujarnya mengenai karier melukisnya di masa datang.

BIODATA

Tusita Mata devi Jayamangalani Suprapto

Lahir: Cirebon, 9 November 1998

Orangtua: Iwan Suprapto & Lily

PENDIDIKAN

-SD Negeri Pengambon 1, Cirebon (2011)

-SMP Negeri 1, Cirebon (2013)

-SMA Presiden  (Program Beasiswa), Bekasi (Kelas XI)

PENGHARGAAN

  • 2016: Anugerah Kebudayaan untuk Kategori Anak dan Remaja dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI
  • 2016: Peraih Medali Emas dalam Lomba Lukis Tingkat Internasional di Qingdao, China
  • 2014: Medali Emas The Past & The Future of Silk Road Internasional Children’s Art Exhibition and Performance
  • 2011: Juara 1 Lomba Gambar Connector Pen Tingkat Nasional di Jakarta
  • 2008: Juara 2 Lomba Cipta Seni Anak Nasional di Istana Kepresidenan Cipanas dalam rangka HUT ke-63 Proklamasi Kemerdekaan RI.

TINGGALKAN KOMENTAR