Pekiban, Acara adat perkawinan Adat Kenyah Lepo

0
934

Pekiban merupakan acara adat Perkawinan Adat Kenyah Lepo Tau tahap awal pernikahan adat adalah dijemputnya calon mempelai wanita menuju rumah calon mempelai laki-laki untuk diperkenalkan kepada keluarga. Dalam penjemputan tersebut diserahkan “SUA FA” atau sebilah parang sebagai wujud keseriusan calon mempelai laki-laki.  Setelah tiba di kediaman laki-laki maka disambut dengan tari-tarian.  Setelah tiba maka dilaksankan prosesi pekiban yang dipimpin oleh tua-tua kampong dengan peran khusus yang disebut  “Pengulo” adat pekeiban.  Dalam pelaksanaan upacara adat pernikahan Pekiban wajib disediakan property anatara lain Tempayan sebagai lambaang kesatuan hati, Batu Jala/Batu Ampit tidak terpisahkan, tikar atau Pat bermakna menggutamakan musyawarah untuk duduk bersama menyelesaikan masalah yang terjadi, Sua Fa atau sebilah parang mengambarkan untuk membersihkan jalan kedua mempelai anatar keluarga mempelai, untuk memotong penghambat yang akan merusak hubungan kekeluargaan keluarga besar mempelai laki-laki dan perempuan. Memulai pekiban kedua mempelai dipersilakan oleh pemimpin upacara adat untuk duduk pada gong kecil/tawek dan bersama-sama memegang parang dan sambil menginjak parang berikutnya sebagai komitmen dalam sebuah ikatan perkawinan yang sah dalam acara tersebut dilaksanakan juga untuk melihat masa depan kedua mempelai baik atau banya rintangan yang akan di hadapi upacara ini disimbulkan melalui pemotongan babi untuk dilihat pada hati babi tersebut menurut keyakinan akan terlihat tanda-tanda tersendiri.  Akhir dari kegiatan pernikahan tersebut para tua-tua akan melakukan siraman penyejuk kepada kedua mempelai dan semua undangan yang hadir.

Keterangan

Tahun :2019

Nomor Registrasi :201901023

Nama Karya Budaya :Pekiban

Provinsi :Kalimamtan Utara

Domain :Adat istiadat Masyarakat,Ratus dan Perayaan-perayaan

Sumber: Website Warisan Budaya Takbenda

TINGGALKAN KOMENTAR