Kolaborasi Angklung dan tari Indonesia raih Grand prix Orpheus (juara pertama) pada XI Black Sea Festival 2014 di Bulgaria

0
1616

P_20140906_204513_LL-1

 

Tim kesenian Indonsia kembali meraih prestasi mengagumkan di Bulgaria.  Kali ini tim yang merupakan kolaborasi antara Rumah Angklung Indonesia dan Sanggar Ayunda Puspita meraih Grand prix Orpheus (juara pertama) pada XI Black Sea Festival 2014 yang diadakan di Kota Primorsko dan Kiten, Bulgaria pada tanggal 2 – 6 September 2014.  Prestasi ini mengantarkan tim kolaborasi Rumah Angklung Indonesia dan Sanggar Ayunda Puspita menuju ajang festival di tingkat yang lebih tinggi pada tahun 2015 yakni International Euro Folk Championship 2015.  Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Festival, Kaloyan Nikolov, kepada Pimpinan Tim dari Indonesia, Arif Sarifudin di acara penutupan Festival di kota Kiten pada 6 September 2014.

Pada festival ini, tim dari Indonesia  menampilkan musik angklung, kolintang dan gendang yang dikolaborasikan dengan tarian tradisional Indonesia. Selama festival berlangsung penampilan tim mendapatkan sambutan luar biasa dari penonton, khususnya pada hari ke-3 festival saat tim membawakan lagu terkenal Bulgaria “Moia Strana Moia Bulgaria” dengan alat musik tradisional Indonesia tersebut.  Pada saat itu ratusan penonton spontan berdiri dan turut bernyanyi bahkan sebagian penonton menitikkan air mata.

Keikutsertaan  tim kesenian yang terdiri dari 17 (tujuh belas) pemusik dan penari  dalam Festival tersebut merupakan fasilitasi dari Kementerian Pendidikan  dan Kebudayaan serta Kementerian Pemuda dan Olah Raga Indonesia. Festival diikuti oleh 88 group dari 6 negara yaitu Indonesia, Turki, Rumania, Macedonia, Latvia dan Bulgaria. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam hal ini Direktorat Inetrnalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya diwakili oleh Kasubdit Program dan Evaluasi, Bapak Ahmad Mahendra serta pendamping dari Inspektorat Jenderal diwakili oleh Auditor Madya, Bapak Bahari Mulawarman turut serta menghadiri festival dimaksud.

Pada gelar penganugerahan juara, tepatnya pada acara penutupan  turut hadir  Deputi Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto dan Staf Khusus Menpora, Heru Nugroho. Dalam sambutannya pada acara penutupan Deputi Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto  menyampaikan terkesan atas sambutan masyarakat kota Primorsko dan Kiten atas penampilan tim kesenian Indonesia. Hal ini mengingatkannya kembali, hubungan erat kedua Negara di masa Pemerintahan Presiden Soekarno. Oleh karena itu Deputi berjanji akan kembali mendukung keikutsertaan tim kesenian Indonesia untuk tampil di Festival yang lebih tinggi tingkatannya di Bulgaria.

Prestasi yang diraih tim dari Indonesia telah memberikan kesan mendalam kepada masyarakat Bulgaria khususnya di kota Kiten dan Primorsko. Penampilan tim Indonesia menjadi penampilan yang di tunggu-tunggu penonton. Beberapa penonton yang berjumpa dengan anggota tim seusai pentas mengatakan lagu Strana Moia Bulgaria yang dibawakan dengan angklung sangat indah dan menyentuh.

Selain menyanyikan lagu asal Bulgaria, tim kesenian dari Indonesia juga menampilkan lagu-lagu daerah dan tarian nusantara dari Papua, Betawi, Sumatera dan Kalimantan, beberapa diantaranya dibawakan secara medley.

Kota Primorsko dan Kiten merupakan kota disepanjang Laut Hitam yang menjadi tujuan wisata musim panas wisatawan domestik dan asing (Rusia, Jerman, dan negara-negara tetangga Bulgaria).  Penampilan Tim Indonesia di atas memberikan dampak lebih dikenalnya Indonesia secara luas diantara  masyarakat Bulgaria dan diantara para wisatawan. Sementara, suara musik angklung yang ditampilkan telah pula membuat penonton terkesima. Setelah menyaksikan penampilan Tim kesenian Indonesia, dua orang mahasiswa dari Universitas Burgas (sekitar 30 Km dari Kiten) menyampaikan minatnya untuk melakukan penelitian terhadap musik angklung.  Penampilan musik angklung di Bulgaria  ini merupakan yang pertama kali dalam sepuluh tahun terakhir. Pada tahun 2004, Angklung ditampilkan di Kota Plovdiv, Bulgaria dan sejak itu belum pernah ada lagi penampilan serupa di Bulgaria.