Indonesia Borong Gold Medal di Open VI Bulgarian National Championship of Folklore “Euro Folk 2015”

0
11266

Open VI Bulgarian National Championship of Folklore “Euro Folk 2015” kembali diselenggarakan. Untuk pertama kalinya Indonesia berpartisipasi dengan mengirim tim kesenian “Bungong Aceh”.

Hampir setiap tahun tim kesenian Indonesia berpartisipasi pada berbagai event dan festival tariang rakyat yang diadakan di kota Veliko, Bulgaria. Seperti pada tahun ini Indonesia mengikuti Open VI Bulgarian National Championship of Folklore “Euro Folk 2015”. Event ini diikuti oleh sekitar 230 group atau 4300 penari/pemusik dari Bulgaria dan sejumlah negara lainnya.

Indonesia melalui Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya memberikan fasilitasi kepada tim Bungong Aceh yang terdiri 12 penari dan 2 pemusik yang sebagian besar adalah mahasiswa Universitas Gajah Mada.

Muncul pertama kali, memboyong penghargaan. Golden Medal pada dua kategori festival diborong oleh Tim Bungong Aceh. Hari pertama, tanggal 8 Mei 2015, Golden Medal pertama diraih dalam kategori campuran Folklore dan Esamble yang diadakan di Summer Theater kota Veliko Tornovo, Bulgaria. Untuk kategori ini tim tampil dengan tari Ratoeh Pukat (Aceh) yang dibwakan oleh 10 penari putri denga iringan alat musik khas Aceh, Serune Kale dan Rapa’i. Tari Ratoeh Pukat ini mempunyai gerakan mirip tari saman namun diakhiri dengan pembuatan jalinan benang oleh para penari hingga membentuk sebuah jala. Golden Medal kedua diraih untuk kategori Folklore Dance. Tim Bungong Aceh tampil dengan tari Ranup Lampuan (Aceh), Ilir-ilir (Jawa Tengah) dan Zapin Melayu.

Menanggapi partisipasi dan prestasi tim kesenian Indonesia di Open VI Bulgarian National Championship of Folklore “Euro Folk 2015”, Duta Besar Republik Indonesia Sofia menyatakan bahwa pemerintah RI brkomitmen untuk mempromosikan budaya Indonesia yang beranekaragam. “Indonesia adalah negara multi-culture society dengan lebih dari 300 etnis dan Aceh adalah salah satunya. Pemerintah RI berkewajiban untuk mempromosikan dan melestarikan berbagai budaya yang ada di Indonesia, sesuai dengan motto ‘Unity and Diversity’ yang disepakati sejak kemerdekaan RI” imbuhnya.