Galasin Betawi

0
1941

Galah asin, Galasin,  atau Gobak Sodor adalah salah satu permainan daerah dari DKI Jakarta. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3- 8 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak- balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan. Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 meter atau menyesuaikan yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangatmengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.

Galasin, permainan anak-anak Betawi yang dilakukan berkelompok. Permainannya bersifat menghadang lawan. Badan yang sedang jaga bertugas seperti pintu gerbang yang mencoba menghalau lawan yang mau melewatinya. Permainan ini ternyata mengandung makna yang dalam selain nilai kebersamaan dan kekompakan. Permainan mencoba menembus gerbang ini memang bermakna untuk terus berusaha melewati setiap halangan yang ada. Selain itu juga untuk menumbuhkan pemahaman bahwa di antara pintu yang tertutup, maka akan ada pintu lain yang terbuka tentunya dengan berusaha.

Permainan ini sangat menarik, menyenangkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan. Nilai dalam permainan Galasin selain kebersamaan, kita juga bisa belajar kerja sama yang kompak antara satu penjaga dan penjaga lain agar lawan tidak lepas kendali untuk keluar dari kungkungan kita. Di pihak lain bagi penerobos yang piawai, disana masih banyak pintu-pintu yang terbuka apabila satu celah dirasa telah tertutup. Jangan putus asa apabila dirasa ada pintu satu yang dijaga, karena masih ada pintu lain yang siap menerima kedatangan kita, yang penting kita mau berusaha dan bertindak segera. Permainan ini memberikan makna bahwa peluang atau kesempatan selalu ada, walaupun terkadang nilai probabilitasnya sedikit.

Jakarta sebagai ibukota maka peningkatan laju pertumbuhan penduduk pun turut andil dalam menjadikan pemukiman yang semakin padat di kota-kota besar, jalan-jalan sempit, tak ada lapangan maupun pekarangan untuk bermain, membuat anak memilih permainan yang lebih praktis, permainan-permainan yang cenderung menjadikan mereka manusia-manusia individual yang tak mengenal cara bersosialisasi di dalam masyarakat. Namun demikian permainan ini galasin ini masih banyak dimainkan anak-anak di Jakarta dengan keterbatasan ruang terbuka dengan memanfaatkan lapangan olahraga disekolah, lapangan-lapangan bulutangkis yang terdapat disekitar kampong-kampung yang bisa dijadikan area bermain galasin.

Beberapa nilai karakter yang didapat dalam permainan galasin antara lain:

1. Nilai yang berhubungan dengan diri sendiri dalam permainan ini melatih anak untuk berbuat jujur, yaitu Jika berada dalam kelompok yang mentas mengakui jika tersentuh lawan atau melewati batas mati. Dan jika berada dalam kelompok jaga garis, tidak berbuat curang dengan keluar dari garis penjagaan.

2. Bertanggungjawab dengan melakukan tugas jaga garis dengan baik sesuai perannya masing-masing, sebagai anggota kelompok yang menjaga garis horizontal ataupun jaga garis vertikal.

3. Disiplin anak-anak mematuhi ketentuan dan peraturan dalam permainan galasin.

4. Kerja keras, anak-anak berusaha keras menerobos garis-garis yang dijaga lawan untuk mendapatkan nilai dan kemenangan. Kerja keras ditunjukkan kelompok yang sedang jaga garis dengan berusaha mengejar anggota kelompok yang sedang mentas untuk menyentuhnya agar keadaan menjadi berbalik.

5. Bergaya hidup sehat sebagai anggota tim yang menjaga garis berlarimengejar lawan dan sebagai anggota kelompok yang mentas harus menghindari sentuhan lawan merupakan kegiatan yang memerlukan tenaga sama seperti kegiatan berolahraga.

6. Percaya diri ketika mulai bermain anak-anak tidak pernah berpikir untuk kalah duluan, mereka yakin terhadap kemampuannya untuk menang dan dengan berani menghadapi lawan dalam permain.

7. Berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif galasin merangsang aktivitas berpikir menentukan strategi untuk menerobos garis penjagaan lawan, melihat situasi dan kondisi mengambil kesempatan, mengecoh lawan dan memikirkan bagaimana cara memperoleh kemenangan tanpa tersentuh penjaga garis.

Keterangan

Tahun :2019

Nomor Registrasi :201900918

Nama Karya Budaya :Galasin Betawi

Provinsi :DKI Jakarta

Domain :Tradisi dan Ekspresi Lisan

Sumber: Website Warisan Budaya Takbenda

TINGGALKAN KOMENTAR