Ebiet G. Ade: Hidup Bahagia dengan Segudang Penghargaan

1
477
Ebiet G. Ade saat diberikan penghargaan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan foto: jpp.go.id

Ebiet kecil, pernah bercita-cita menjadi insinyur, dokter dan pelukis. Akan tetapi ternyata semuanya melenceng karena Ebiet kemudian ditakdirkan menjadi seorang penyanyi. Ia bersyukur terlahir di tengah-tengah keluarga yang sangat mendukung pengebangan kariernya. Sebagai anak terakhir alias bungsu dari enam bersaudara tidak menjadikan dirinya manja. Aboe Ja’far, sang ayah yang seorang PNS dan Saodah, sang ibu yang aktif menjadi pedagang kain, menjadi pemicu diri yang kuat bagi Ebiet kecil. Ia ingin hidup berbahagia sebagaimana diajarkan oleh kedua orangtuanya itu.

Ebiet pernah masuk PGAN di Banjarnegara, kemudian ia pindah ke SMP Muhammadiyah 3 dan SMA Muhammadiyah 1 di Yogyakarta. Ia sempat kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Gdjah Mada, akan tetapi karena kekurangan biaya ia memilih kemudian untuk aktif di lingkungan seniman muda Yogyakarta. Di lingkungan baru di kawasan Malioboro inilah Ebiet semakin mengembangkan jiwa kreativitasnya. Ia bersahabat baik dengan Rmha Ainun Nadjib (penyair), Eko Tunas (cerpenis) dan EH Kartanegara (penulis). Di Malioboro ini pula Ebiet memulai debut dirinya sebagai seorang seniman.

Ebiet mulai menulis banyak puisi. Meski ia dapat menulis puisi, tetapi Ebiet menyadari dirinya bukanlah orang yang pandai mendeklamasikan puisi sebagaimana kawan-kawannya yang lain. Ia pun memutar otak dengan keras agar ada media lain yang bisa digunakannya untuk menyampaikan puisi ke khalayak umum. Ia akhirnya memilih media musik sebagai sarana untuk menyampaikan puisi. Ia pun akhirnya sering melantunkan jug apuisi sahabat lainnya, seperti puisi Emha yang dilantunkannya dengan iringan petikan gitar. Sejak saat itulah karier Ebiet di bidang musik balada terus bersinar tak terbendung.

Ebiet G. Ade saat diberikan penghargaan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
foto: jpp.go.id

Hingga saat ini tercatat sudah ratusan lagu lahir dari tangan dinginnya. Untuk album studio, misalnya, tercatat sudah banyak karya yang lahir. Berbagai penghargaan pun pernah diterima oleh sosok yang bersahaja ini.

*Ebiet G. Ade merupakan penerima Anugerah Kebudayaan Kategori Satyalancana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2018

Disalin dari Buku Profil Penerima Anugerah Kebudayaan Tahun 2018

1 KOMENTAR

  1. Masih ada lagi kehebatan Ebiet yang nyata kita saksikan. Bagiku, Ebiet adalah penyair yang puisinya paling banyak diberi aransemen musik. Puisi yang diberi aransemen ini diistilahkan dengan “musikalisasi puisi”. Maka, aku menyatakan bahwa Ebiet G.Ade adalah Pelopor musikalisasi puisi Indonesia. Kalau kita mau meneliti, mungkin juga dia sudah dapat berkelas dunia. Pemilik musikalusasi puisi terbanyak di dunia.
    Tapi…
    Apakah kita, Indonesia, sanggup mengusungnya untuk dunia.

    Semoga ke depan ada yang melakukan itu selagi Ebiet masih hidup.

TINGGALKAN KOMENTAR