Anak Balam, Ritual Pebobatan Tradisional Asal Sumatera Barat

0
785

Anak Balam merupakan sebuah ritual pengobatan tradisional, menggunakan kekuatan syair (matra) dan musik . Dalam ritual Anak Balam beberapa orang penari, biasanya dalam jumlah genap, menari mengikuti irama alat musik biola sambil melafaskan mantra secara berirama. Jumlah penari ini mengacu pada jumlah burung balam (perkutut) yang biasanya selalu lahir (ditetaskan) dua ekor (sepasang).  Dalam durasi tertentu, seorang atau 3 orang penari akan pingsan, 1 orang penari akan kerasukan (trans). Penari yang kerasukan tersebut kemudian akan berlaku/menjadi seorang dukun yang akan mengobati pasien.

Dalam perkembangannya, anak balam berubah fungsi menjadi hiburan. Praktek-praktek pengobatan melalui ritus anak balam sudah jarang dilakukan. Hal ini disebabkan sudah mulai berkembangnya praktek-praktek penyembuhan medis seperti posyandu, puskesmas dan rumah sakit yang dapat diakses dengan lebih mudah oleh masyarakat.

Anak Balam mengandung beberapa nilai positif yang dianut oleh masyarakat. Nilai ketuhanan, memperlihatkan bahwa masyarakat mempercayai bahwa tuhan menciptakan/menyediakan obat untuk segala penyakit. Tugas manusia (orang sakit) adalah berdoa dan berikhtiar agar memperoleh kesehatan.  Nilai kemanusiaan, dimana para pelaku anak balam berusaha membantu masyarakat (pasien) untuk memulihkan kesehatan. Nilai lain yang terkandung adalah nilai keindahan, berupa proses pengobatan menggunakan tarian dan music yang mengusung keindahan gerak dan bunyi.

 

Keterangan

Tahun :2019

Nomor Registrasi :201900834

Nama Karya Budaya :Anak Balam

Provinsi :Sumatra Barat

Domain :Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-Perayaan

Sumber: Website Warisan Budaya Takbenda