Dendang Kencana 2017, Peduli Terhadap Perkembangan Anak-Anak

0
1093

Yogyakarta– Kompas Gramedia bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, PT. Bank Rakyat Indonesia, serta┬ápendukung lainnya menggelar acara Dendang Kencana di Gedung Pusat Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta pada 17-19 November 2017. Acara ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari Kompas Gramedia terhadap perkembangan lagu anak-anak. Rangkaian acara di mulai dari workshop cipta lagu dan lomba cipta lagu untuk guru-guru, Lomba Paduan Suara Tingkat Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar.

Acara yang berlangsung selama tiga hari ini mendapat antusias baik dari peserta, guru maupun orang tua. Mereka berharap kegiatan ini bisa berlanjut setiap tahun. Dewan juri yang terdiri dari Linda Sitinjak, Caecilia Hardiarini, dan Y. Totok Pujianto, dengan jumlah peserta 22 grup untuk tingkat TK dan 38 peserta tingkat SD, kemudian dipilih 10 finalis TK dan 12 finalis SD.

Lomba paduan suara Dendang Kencana berlangsung di empat kota yaitu Jakarta pada 26-28 Oktober 2017 di Bentara Budaya, Yogyakarta pada 17-19 November 2017 di Ruang Koendjono, Gedung Pusat Universitas Sanata Dharma, Bali pada 22-24 November 2017 Bentara Budaya, dan di Surabaya pada 27-29 November 2017 di Gedung Kesenian Cak Durasim, Taman Budaya Surabaya.

Hasil lomba paduan suara ini, didapatkan Pemenang dari Tingkat TK, yaitu Juara I TK Putra Bangsa Klaten, Juara II TK Kristen Kridawita Klaten, Juara III TK Indriyasana Baciro, Juara harapan I TK Bopkri Gondolayu, Juara harapan II TK Marsudirini Surakarta, sedangkan Pemenang dari tingkat SD terdiri dari Juara I SD Bentara Wacana Muntilan, Juara II SD Muhammadiyah Sapen, Juara III SD Putra Bangsa Klaten, Juara harapan I SD Pangudi Luhur Yogyakarta, dan Juara harapan II SD Bopkri Gondolayu.

Para Pemenang Paduan Suara Kelompok SD
Para Pemenang Paduan Suara Kelompok TK

Setelah Juri mengumumkan hasil lomba, anak-anak yang juara saling berpelukan dan mengekpresikan rasa gembira. ”Bagi yang belum juara jangan berputus asa, karena kekalahan hanyalah kemenangan yang tertunda”, ucap salah satu juri.(NLM)