Sejarah Singkat Penelitian Gambar Cadas di Sulawesi Selatan

0
236
Temuan Gambar Cadas Berbentuk Cap Tangan di Maros, Sulawesi Selatan

Pencatatan tertua tentang penemuan gambar cadas di wilayah Indonesia dilakukan oleh pelayar asing yang bernama Johannes Keyts pada tahun 1678. Isi catatannya adalah tentang penemuan gambar cadas di Speelman Gulf ketika berlayar dari Banda menuju Irian Jaya. Walaupun sudah ditemukan sejak tahun 1678, penelitian di kawasan ini baru pertama kali dilakukan oleh Röder pada tahun 1937. Penelitian Röder ternyata berhasil menarik minat peneliti lainnya untuk turut melakukan penelitian di wilayah Papua. Hingga saat ini sudah ditemukan ratusan situs di kawasan Papua.

Baca juga: Catatan Masa Lalu mengenai Gambar Cadas di Papua

Gambar cadas yang berada di kawasan Maros dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep) tidak berada di tebing-tebing karang yang berbatasan langsung dengan laut seperti di kawasan Papua. Sejarah penemuan rock art di Sulawesi Selatan kurang diketahui, berbeda dengan gambar cadas Papua yang telah didokumentasikan oleh pelayar-pelayar asing. Penelitian khusus gambar cadas di kawasan Sulawesi Selatan, khususnya di kawasan Maros dan Pangkep baru dilakukan pada tahun 1950 oleh C. H. M. Palm dan H. R. van Heekeren ketika melakukan ekskavasi di Gua Pattae, Maros. Penelitian mereka diawali oleh penemuan gambar babi melompat dan gambar cap tangan berwarna merah. Penemuan gambar inilah yang mendasari eksplorasi gua-gua di sekitar Maros-Pangkep untuk menemukan gua yang mengandung gambar cadas di dalamnya. Awalnya, penelitian di kawasan ini didominasi oleh peneliti asing. Pada tahun 1950-an, intensitas penelitian sempat terhenti dikarenakan situasi politik yang kurang memungkinkan. Kegiatan penelitian pun baru dilanjutkan sekitar tahun 1960-an.

Sejarah Penelitian Gambar Cadas yang Melibatkan Peneliti Lokal

Di tahun 1969-lah peneliti Indonesia untuk pertama kalinya melakukan penelitian di kawasan ini. Penelitian tersebut diinisiasi oleh Pusat Arkeologi Nasional dan Departemen Prasejarah dan berkolaborasi dengan Australian National University. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah eksplorasi dan pendataan gua beserta gambar cadas di dalamnya. Eksplorasi ini berhasil menemukan gambar cadas di lima gua. Motif yang ditemukan adalah cap tangan dan gambar hewan. Pada tahun 1977 peneliti Indonesia sudah melakukan penelitian secara mandiri, tanpa melibatkan peneliti dari negara lain. Penelitiannya dilakukan di 17 gua bergambar cadas yang kemudian diinventarisasi oleh Tim Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Sulawesi Selatan. 

Pada awalnya penelitian lebih banyak dititikberatkan di kawasan Maros. Eksplorasi wilayah Pangkep baru dilakukan sekitar tahun 1980-an. Penelitian besar di kawasan ini dilaksanakan pada tahun 1985 dalam program SPAFA Personnel Exchange Programme on Rock Arts yang kemudian ditindaklanjuti dengan ekskavasi oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Saat ini sudah ratusan gua berisikan gambar cadas yang sudah didaftarkan sebagai cagar budaya. 

Baca juga: Ada Ratusan Situs Gambar Cadas di Sulawesi Selatan

Ilmu pengetahuan yang selalu berkembang dan penemuan-penemuan situs-situs baru membukakan kemungkinan penelitian dari banyak kalangan. Penelitian yang dilakukan di kawasan ini tidak melulu bertemakan arkeologi dan oleh instansi arkeologi. Penelitian yang dilakukan kolaboratif dan lintas ilmu. Contohnya pada tahun 1992, Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) turut melakukan penelitian di Maros dan Pangkep bersama Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala di Maros-Pangkep. Dalam riwayatnya, instansi arkeologi juga melibatkan peran mahasiswa arkeologi untuk meneliti bersama. Mahasiswa juga berkesempatan melakukan penelitian mandiri dalam rangka penulisan tugas akhir. Penelitian-penelitian yang dilakukan hendaknya mampu mengupas informasi tentang kehidupan masa lalu.

Referensi:

Arifin, Karina. 1992. Lukisan Batu Karang di Indonesia: Suatu Evaluasi Hasil
Penelitian. Jakarta: LPUI.

Kemendikbud. 2015. Gambar Cadas Prasejarah di Indonesia. Jakarta:
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca juga: Gambar Cadas Sebagai Rekam Jejak Kesenian Nenek Moyang

LEAVE A REPLY