Ditjen Kebudayaan Beserta Sembilan Daerah Sepakati KENDURI SWARNABHUMI

0
866
Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid menandatangani kesepakatan kerjasama dalam Kenduri Swarnabhumi (Foto: Sopbirin)

Jambi – Wakil Gubernur Jambi, Drs.H.Abdullah Sani,M.Pd.I., menyatakan, Pemerintah Provinsi Jambi terus berupaya melestarikan Sungai Batanghari, salah satunya dengan mengadakan event nasional. Hal tersebut disampaikan Sani pada saat Rapat Koordinasi Kenduri Swarna Bhumi, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (14/03/2022).

Sani mengatakan, Pemerintah Provinsi Jambi telah mencanangkan Gerakan Sungai Batanghari Bersih dan melalui kegiatan Kenduri Swarnabhumi ini dapat mengembalikan dan mewariskan kekayaan alam maupun budaya dari Sungai Batanghari. “Kita berharap kegiatan kenduri Swarnabhumi menjadi upaya bersama untuk memajukan kebudayaan dan menjaga lingkungan sungai di daerah aliran Sungai Batanghari,” kata Sani.

Sani mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan kenduri Swarabhumi yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. “Saya menyambut baik kegiatan Kenduri Swarnabhumi ini sebagai Susur Budaya Melayu Jambi kerja sama antara Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini,” ujar Sani.

Sani menuturkan, Provinsi Jambi memiliki kebudayaan Melayu Jambi yang beraneka ragam yaitu meliputi upacara kepercayaan tradisional, sistem kemasyarakatan/kepemimpinan, sistem gotong royong, adat perkawinan, tradisi lisan, bahasa, pakaian, corak arsitektur bangunan, peralatan dan pertukangan, permainan, seni, ragam makanan dan minuman, hukum adat, pengobatan dan berbagai kreasi lainnya.

Sembilan Pemerintah Daerah DAS Batanghari yang hadir pada rapat koordinasi ini yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Muaro Jambi, Kota Jambi, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Merangin, Kabupaten Tebo, Kabupaten Bungo Provinsi Jambi, dan Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat menyatakan komitmen yang ditandai dengan penandatangan secara simbolis.

Sani mengharapkan, dari kenduri Swarnabhumi ini menjadi informasi baru sekaligus penelusuran bukti-bukti sejarah budaya Melayu Jambi, melalui konsep traveling budaya dari kacamata anak muda. “Saya mengharapkan kegiatan ini menjadi upaya untuk menarik minat para generasi muda bangsa untuk lebih tertarik mengenal budaya daerah dan bangsanya serta menumbuhkan kebanggaan,” pungkas Sani.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilmar Farid mengatakan, kenduri ini bukan hanya sebatas kegiatan, namun merupakan gerakan kebudayaan untuk mengingatkan kembali ingatan masyarakat tentang pentingnya sungai dalam kehidupan sehingga harus meletakkan kebudayaan di hulu pembangunan.

Hilmar Farid memaparkan, Pemerintah Provinsi Jambi dapat melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan pada kenduri Swarnabhumi ini, diantaranya adalah

seminar, lokakarya, pagelaran, pameran, dan pemanfaatan media-media baru. Kenduri Swarnabhumi ini berupa kegiatan arung budaya dengan salah satu tujuannya adalah dapat lebih menjalin kesatuan antar Kabupaten dan Kota.

“Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan pada kenduri Swarnabhumi dapat menyesuaikan dan bersinergi dengan kegiatan Pemerintah Daerah. Komitmen dari setiap Pemerintah Daerah terhadap daerah aliran Sungai Batanghari sangat penting untuk menyukseskan kenduri Swarnabhumi,” kata Hilmar Farid.

Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto mengungkapkan, setidaknya ada 3 (tiga) pendekatan yang sangat penting dalam pengelolaan Sungai Batanghari, yaitu: pertama adalah adat, dengan munculnya kesadaran kolektif masyarakat, kedua adalah pendekatan politik, dengan adanya komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, dan yang terakhir adalah pendekatan hukum, dengan adanya aturan yang mengikat untuk menjamin pengelolaan Sungai Batanghari. (Waaly, foto: Sopbirin)

Artikel SebelumnyaYuk, Ikuti Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah 2022
Artikel BerikutnyaDana Indonesiana, Dorong Pemajuan Kebudayaan yang Stabil dan Berkelanjutan