YANG MUDA YANG BERKARYA GUNA PENYAJIAN INFORMASI BAGI PUBLIK

0
771

Peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu dapat dilacak melalui tinggalan budaya dan kehidupan berdasar bukti-bukti yang telah ditemukan. Untuk mendapatkan bukti-bukti tersebut diperlukan data yang diperoleh dengan beberapa cara, menghubungkan berbagai data yang terpisah serta menghubungkan data yang terpisah tersebut untuk mendapatkan kesimpulan, cara kerja inilah yang dilalui seorang arkeolog.

Bukti-bukti tinggalan budaya disekeliling kita yang dapat dilihat seperti di museum dengan berbagai koleksinya, candi, bangunan masa lalu seperti gereja, benteng dan sebagainya merupakan sebuah benda yang dapat berbicara tentang masa lalu. Agar dapat bercerita tentang masa lalu, diperlukan berbagai data yang bermuara pada sebuah kesimpulan yang diyakini telah terjadi dimasa lalu. Dengan data yang menghasilkan kesimpulan ini, merupakan sebuah pekerjaan berat sehingga dapat disajikan pada publik.

Cara kerja arkeolog dalam mencari data tinggalan masa lalu tersebut disajikan dalam sebuah buku yang dibawakan secara singkat dengan bahasa yang populis yang mudah dimengerti pembaca. Buku berjudul Bekal Arkeolog Mengungkap Masa Lalu yang ditulis oleh 3 (tiga) orang penulis muda Iwan SB, Alb. Nikko Suko, Dody Wiranto. Buku Bekal Arkeolog Mengungkap Masa Lalu membahas berbagai hal guna mengungkap kisah masa lalu yang disajikan dalam 14 tema:

  1. Cara kerja Arkeolog bak Seorang Detektif
  2. Pencarian Data
  3. Konteks Lapisan Temuan
  4. llmu Bantu Arkeologi
  5. Bagaimana Menghitung Umur Fosil
  6. Pertanggalan Relatif
  7. Pertanggalan Absolut
  8. Vegetasi Masa Lalu
  9. Temuan Fosil Fauna
  10. Fosil Manusia
  11. Teknologi Pembuatan Alat Batu
  12. Tanda-tanda Pemakaian
  13. Proses Sedimentasi
  14. Pengetahuan Peta

Informasi tentang “bekal” yang harus dimiliki seorang arkeolog guna mengungkap masa lalu dijelaskan secara gamblang diharap mampu memberi pemahaman bagi publik. Dengan buku ini dapat memperjelas apa yang digunakan arkeolog dalam mengungkap masa lalu yang akhirnya akan disajikan pada publik. (Wiwit Hermanto)